Cuaca Buruk, Akses Penyeberangan Kapal Pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean Lumpuh
Satu-satunya akses penyeberangan Gresik menuju Kepulauan Bawean dan sebaliknya ini harus ditunda keberangkatan akibat tingginya gelombang laut yang mengancam keselamatan pelayaran.
GRESIK, SJP - Cuaca buruk mengakibatkan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, lumpuh total.
Satu-satunya akses penyeberangan menuju Kepulauan Bawean dan sebaliknya ini harus ditunda keberangkatannya, akibat tingginya gelombang laut yang mengancam keselamatan pelayaran.
Penundaan pelayaran di Bawean telah diberlakukan secara resmi sejak 10 Januari 2026, berdasarkan Pengumuman Nomor AL.820/1/10/UPP.Bwn/2026 yang dikeluarkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean, menyusul peringatan cuaca buruk dari BMKG.
"Untuk perairan Bawean bagian selatan yang merupakan jalur kapal Express Bahari, Gili Iyang, hingga Landing Craft Tank atau kapal bongkar muat itu, tinggi gelombang masih diperkirakan mencapai 2,5 meter dan kondisi ini berpotensi berlangsung hingga 16 Januari 2026," kata Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, Selasa (13/1/2026).
Usman mengatakan, kondisi gelombang laut di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, masih tergolong tinggi dan berbahaya bagi pelayaran.
Ia menyebut, tingginya gelombang di perairan Bawean dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia, yang menyebabkan angin bertiup kencang.
Selain itu, keberadaan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah laut turut meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.
"Perairan Bawean berbeda dengan di Gresik. Gresik relatif terlindung dan jauh dari laut lepas, sementara Bawean langsung berhadapan dengan laut bebas. Walaupun dari darat tampak tenang, di tengah laut gelombangnya bisa sangat tinggi," bebernya.
Sementara itu, hampir sepekan para calon penumpang tertahan di daratan Gresik, maupun di Pulau Bawean.
Salah seorang calon penumpang, Zainiyah mengaku sudah tertahan di daratan Gresik. Rencana kembali ke Bawean Sabtu silam (10/1/2026) harus ditunda, lantaran kapal tidak beroperasi.
"Ini habis antar saudara operasi di RSUD Ibnu Sina Gresik, mau kembali ke Bawean tidak ada kapal," pungkas dia, berharap cuaca membaik dan akses penyeberangan segera dibuka. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

