CSR Patung Gajah Rp1 M Retak, Anggota DPRD Gresik Dorong OPD Terkait Untuk Lakukan Perawatan

Baru lima tahun replika patung gajah mungkur senilai Rp1 miliar di Gresik mulai rusak. Anggota DPRD Gresik segera dorong OPD terkait untuk melakukan perawatan.

06 May 2025 - 15:04
CSR Patung Gajah Rp1 M Retak, Anggota DPRD Gresik Dorong OPD Terkait Untuk Lakukan Perawatan
Foto: Replika patung gajah di Simpang lima Sukorame Gresik, mulai rusak. (Doc: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Replika patung gajah mungkur senilai Rp 1 miliar di Kabupaten Gresik, mulai mengalami keretakan. Adapun cat bangunan sekitar patung sebagai landmark hasil Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu mulai terkelupas.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan perawatan terhadap landmark replika patung gajah yang berada disimpang lima Sukorame, Kabupaten Gresik, itu.

"Sesegera mungkin akan kita berikan arahan ke OPD terkait bahwa patung gajah yang dari anggaran CSR itu sekarang sudah dalam kondisi perlu perawatan," kata Hamdi, kepada Suarajatimpost.com, Selasa (6/5/2025).

Hamdi mengakui bahwa landmark patung gajah mungkur hasil program CSR ini menuai kritik sejak setelah pembuatannya pada tahun 2020 silam. Pasalnya dua patung gajah yang ada di landmark tersebut dibuat tanpa telinga, mata, dan gading. 

Kemudian replika patung gajah mungkur ini kembali mendapat kritik hingga viral di media sosial (medsos) karena biaya pembuatannya fantastis Rp 1 miliar.

Replika patung gajah viral dibandingkan landmark patung biawak Wonosobo senilai Rp 50 juta yang hasilnya lebih menarik. 

"Kemarin kritikannya sudah seperti itu. Sekarang bangunannya banyak yang retak dan dinas terkait harus segera menangani ini biar tidak menjadi hal-hal bergejolak di masyarakat," jelasnya. 

Menurut Hamdi, persoalan program CSR lebih sepakat agar dipergunakan untuk hal-hal yang lebih mengena ke masyarakat sehingga tidak harus untuk dibuatkan untuk hal-hal yang monumental. 

Masih banyak persoalan di masyarakat Kabupaten Gresik yang masih perlu diperhatikan seperti banyaknya rumah kurang layak huni, sarana prasarana pendidikan, hingga isu lingkungan. 

"Seperti halnya isu lingkungan yang sedang marak di Kabupaten Gresik. Dengan kondisi alam yang seperti ini, kita membutuhkan mereduksi pembaharuan alam. Contoh bisa dengan menanam mangrove di pesisir pantai yang terancam abrasi," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow