Catatan DPRD Soal Program Bedah Rumah dan Insentif Guru Ngaji Pemkab Mojokerto

Catatan penting untuk pemkab adalah ia meminta kepada dinas terkait untuk lebih siap dalam melakukan perencanaan. Terlebih soal data sasaran atau penerima manfaat.

08 Jul 2025 - 18:23
Catatan DPRD Soal Program Bedah Rumah dan Insentif Guru Ngaji Pemkab Mojokerto
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Khoirul Amin. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto Khoirul Amin mengapresiasi dua program unggulan Bupati Mojokerto Muhammad Albarra. Dua program itu adalah bedah rumah dan penambahan insentif untuk guru taman pendidikan qur'an (TPQ). 

Meski mengapresiasi, Khoirul Amin juga memberikan beberapa catatan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bisa memaksimalkan program tepat sasaran dan terukur. 

Menurut politisi yang akrab disapa Abah Amin itu, program bedah rumah bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Mojokerto masih berproses. Ia meminta pada tiap tahun anggaran ada plot khusus untuk prigram tersebut. 

"Bedah rumah masih berjalan, harus dioptimalkan lagi, di P-APBD 2025 ini dianggarkan, tapi di APBD 2026 dianggarkan lebih banyak lagi, agar segera bisa diselesaikan," kata politisi Nasdem itu saat ditemui Selasa (8/7/2025). 

Catatan penting untuk pemkab adalah ia meminta kepada dinas terkait untuk lebih siap dalam melakukan perencanaan. Terlebih soal data sasaran atau penerima manfaat. 

Bahkan, legislator ini meminta dinas terkait untuk elakukan pendataan ulang. Artinya, data yang ada harus mutakhir, sehingga penerima manfaat benar-benar masyarakat yang membutuhkan. 

"Dari dinas terkait kami mohon untuk klarifikasi atau pendataan ulang, dari yang dulu adanya 15 ribu kami mensinyalir data itu tidak benar, jadi harus didata ulang. Kami kemarin dapat info tinggal sekitar 9 ribu, yang harus dibedah rumahnya, ini menjadi prioritas, baik dari APBD, provinsi, maupun dari pusat, nanti kita kolaborasi," ungkap dia. 

Sebagai bentuk dukungan, Amin berharap, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto juga ikut membantu program kesejahteraan masyarakat miskin ini. Artinya, ada jatah hibah pokok pikiran (pokir) DPRD yang diarahkan untuk bedah rumah. 

"Harapan kami teman-teman dewan bisa membantu sebagian pokirnya diarahkan ke bedah rumah, sehingga konstituennya yang kurang mampu bisa mendapatkan kebijakan ini, bisa sejahtera," jelas dia. 

Sementara, untuk program insentif TPQ disebutnya sudah realisasi, Amin mengatakan kenaikan sudah terealisasi, sebelumnya guru ngaji mendapat Rp500.000, menjadi Rp1.259.000. 

"Saya lihat di masyarakat sudah menikmati kebijakan bupati ini, alhamdulillah DPRD mendukung sepenuhnya," ujarnya. 

Meski demikian, Amin meminta program ini juga harus dilakukan evaluasi dan ditata lagi. Menurutnya, data lembaga tiap tahun harus ada perubahan, adanya inventarisasi lembaga TPQ dengan persyaratan jelas harus masif dilakukan agar tidak ada penyelewengan. 

Dia berharap, kenaikan insentif guru diharapkan bisa diimbangi dengan kenaikan sumber daya pendidik dan hasil akhir bisa mencetak lulusan yang baik. 

"Kepada guru TPQ ya harus maksimal, harus diupayakan, bisa meluluskan santri, sampai selesai, jadi benar-benar bisa membaca dan mengamalkan Al Qur'an dengan baik," pungkasnya. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow