Bus Rombongan Alumni SMEA Asal Jombang Tabrak Truk di JLS Tulungagung, Satu Tewas dan Enam Luka-Luka
Ketika rem bus diduga blong di jalur menurun, dari arah berlawanan melaju sebuah truk. Sopir truk sempat menghentikan kendaraannya untuk menghindari tabrakan, namun insiden tetap tak bisa dicegah.
TULUNGAGUNG, SJP - Kecelakaan tragis melibatkan sebuah bus pariwisata dan truk terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Minggu (3/8/2025) petang.
Bus pariwisata yang membawa rombongan dari Jombang tersebut, bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Akibatnya satu korban tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.
"Dapat kami laporkan telah terjadi kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan, satu bus pariwisata dan satu truk," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, Minggu (3/8/2025) malam.
Bus pariwisata bernomor polisi AG 7616 UF tersebut diketahui dikemudikan oleh Bambang Wahyudin, warga Jombang, yang membawa rombongan wisatawan dari Pantai Mutiara, Trenggalek, menuju Mojoagung, Jombang. Saat melewati jalanan menurun, bus tiba-tiba kehilangan kendali.
"Kendaraan bus pariwisata ini awalnya dari Pantai Mutiara menuju Mojoagung, Jombang, pulang dengan mengangkut 25 orang penumpang. Pada saat di TKP kondisi jalan menurun, tiba-tiba rem dari bus ini blong" ujarnya.
Ketika rem bus diduga blong di jalur menurun, dari arah berlawanan melaju sebuah truk yang dikemudikan Supriyanto, warga Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Sopir truk sempat menghentikan kendaraannya untuk menghindari tabrakan, namun insiden tetap tak bisa dicegah.
"Karena melihat manuver bus yang membahayakan, truk memutuskan berhenti di lokasi, namun tetap terjadi benturan," jelas Ipda Gerry.
Tabrakan keras terjadi di bagian sisi kanan kedua kendaraan. Setelah menghantam truk, bus oleng ke kiri dan menabrak tugu yang berada di pinggir jalan, sebelum akhirnya berhenti total.
"Bus mengalami kerusakan cukup parah di sisi kanan, lalu membanting setir ke kiri dan menabrak tugu," tambahnya.
Akibat benturan keras tersebut, tujuh penumpang bus mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Satu di antaranya, Mohammad Hisyam (14), warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto, meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.
"Info awal satu korban meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit," ujar Ipda Gerry.
Beberapa korban luka mengalami cedera serius, termasuk dugaan patah tulang. Namun, detail kondisi medis masing-masing korban masih dalam proses pendataan pihak rumah sakit dan kepolisian.
"Beberapa korban ada yang mengalami patah tulang, tapi untuk detailnya belum bisa kami sampaikan karena petugas masih fokus di TKP," katanya.
Sementara itu, salah seorang penumpang bus yang selamat tanpa cidera, Rukhan (57) menceritakan bus tersebut berisi teman-teman sekolahnya dulu, alumni SMEA Mojoagung, Jombang, alumni tahun 1990 beserta keluarga. Pada saat kejadian, Rukhan duduk di bangku penumpang paling depan persis belakang sopir.
"Kejadian sekira pukul 17.30 WIB," katanya.
Menurut Rukhan, selama perjalanan sopir mengemudikan kendaraan dengan baik dan tidak terlalu kencang. Namun begitu jalanan menurun, laju bus seperti tidak normal melaju kencang.
"Habis nanjak terus turun itu bus melaju kencang sekitar 100 meter kemudian nabrak truk," ujarnya.
Akibat benturan tersebut, bagian sisi kanan bus mulai bangku nomor tiga hingga ujung belakang ringsek. Bodi bus rusak parah dan kaca pecah. Penumpang yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan yang selamat tanpa cidera menunggu bus jemputan di dekat lokasi kejadian.
Pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, penumpang lain yang selamat tanpa mengalami luka dijemput oleh bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jombang. Polisi juga telah mengevakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.
Kasus kecelakaan ini kini tengah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Polisi akan mendalami penyebab pasti rem blong dan mengecek kondisi kendaraan secara menyeluruh sebagai bagian dari proses penyelidikan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

