Siswa dan Guru MTs Al-Khalifah Kepanjen Keracunan, Pihak Sekolah Beberkan Fakta Menu MBG

Kepala MTs Al-Khalifah Kepanjen, Nur Kholida, mengungkap kronologi dugaan keracunan MBG yang menimpa puluhan siswa, mulai dari waktu kedatangan hingga menu yang disajikan.

23 Oct 2025 - 20:35
Siswa dan Guru MTs Al-Khalifah Kepanjen Keracunan, Pihak Sekolah Beberkan Fakta Menu MBG
Suasana lingkungan MTs Al-Khalifah Kepanjen, Kabupaten Malang, tempat sejumlah siswa dan guru sempat mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Dugaan keracunan makanan yang menimpa 16 siswa dan dua guru MTs Al-Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai mengerucut. Pihak sekolah menduga keterlambatan distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor penyebab gejala yang dialami para siswa.

Kepala MTs Al-Khalifah, Nur Kholida, menjelaskan, biasanya makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, pada Kamis (23/10/2025), kiriman makanan baru datang sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga sudah dalam kondisi tidak lagi hangat.

“Biasanya MBG datang jam setengah sembilan, tapi hari ini datang jam sebelas siang. Jadi anak-anak ini mungkin makan terlalu siang, dan makanannya juga sudah dingin,” ujar Nur Kholida, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, menu MBG yang dikonsumsi siswa hari itu terdiri dari nasi, ayam katsu, tahu goreng, sayur wortel, serta buah pisang. Dari hasil pengamatan sekolah, sebagian pisang terlihat terlalu matang dan mengeluarkan bau menyengat.

“Pisangnya itu agak terlalu matang, jadi baunya menyengat sampai ke ikannya, bahkan ke nasi. Kemungkinan karena itu juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, saus ayam katsu yang disajikan juga tidak dipisahkan dari lauk, melainkan langsung ditaruh di bawah nasi. Setelah makan, usai beberapa menit menit kemudian sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, dan sakit perut.

“Setelah makan sekitar 15 menit, ada anak-anak yang mulai mengeluh sakit perut dan muntah. Kami langsung bawa ke klinik terdekat dan sebagian ke RSUD Kanjuruhan,” ungkapnya.

Nur Kholida menyebut, dari total 187 siswa, terdapat 24 orang yang mengalami gejala serupa, termasuk dua guru yang juga ikut mencicipi makanan tersebut sebelum dibagikan kepada murid.

“Guru kami selalu jadi tester setiap MBG datang. Tapi ternyata kali ini ikut kena,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh siswa kini dalam kondisi membaik. Beberapa sempat dirawat di klinik dan RSUD Kanjuruhan, namun tidak ada yang menjalani rawat inap.

“Alhamdulillah, semuanya sudah pulang. Hanya sempat diobservasi sekitar satu jam,” terang Nur Kholida.

Pihak sekolah berencana melakukan evaluasi internal terkait penerapan prosedur penerimaan dan penyajian MBG agar insiden serupa tidak terulang.

“Kami akan perbaiki SOP penerimaan MBG di sekolah. Selama ini sudah ada, tapi ke depan akan kami perketat lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow