Setelah 4,5 Jam, Bom Udara di Sungai Lahar Kota Blitar Akhirnya Berhasil Dievakuasi

Upaya evakuasi bom udara yang ditemukan di aliran Sungai Lahar, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, akhirnya membuahkan hasil. Setelah bekerja selama sekitar 4,5 jam, Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur berhasil mengangkat bom tersebut dari dasar sungai, Kamis (9/7/2026) sore.

09 Jul 2026 - 22:30
Setelah 4,5 Jam, Bom Udara di Sungai Lahar Kota Blitar Akhirnya Berhasil Dievakuasi
Proses evakuasi benda dugaan bom di Sungai Lahar, Sukorejo, Kota Blitar. (Foto : dok/Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP - Upaya evakuasi bom udara yang ditemukan di aliran Sungai Lahar, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, akhirnya membuahkan hasil.

Setelah bekerja selama sekitar 4,5 jam, Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur berhasil mengangkat bom tersebut dari dasar sungai, Kamis (9/7/2026) sore.

Keberhasilan itu mengakhiri proses evakuasi yang telah dilakukan selama dua hari. Sebelumnya, pada Rabu (8/7/2026), upaya pengangkatan belum membuahkan hasil karena posisi bom tertanam di dasar sungai dan sulit dijangkau.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan hasil identifikasi Tim Jibom menunjukkan benda tersebut merupakan bom udara (aircraft bomb). Bom memiliki diameter sekitar 25–30 sentimeter, panjang sekitar 1,5 meter, dengan berat diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram.

"Setelah berhasil diangkat, bom langsung dibawa ke lokasi yang aman untuk dilakukan disposal agar tidak membahayakan masyarakat," kata AKBP Kalfaris, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan di lokasi sangat menyulitkan. Bom berada dalam posisi miring sekitar 30 derajat, tertanam di dasar sungai, serta terjepit batu berukuran besar.

Petugas harus lebih dahulu menyingkirkan batu yang menghimpit bom sebelum dapat mengangkatnya ke permukaan menggunakan peralatan khusus.

"Batunya cukup besar, sehingga harus dipindahkan terlebih dahulu. Setelah itu baru bom bisa diangkat," jelasnya.

Menurut AKBP Kalfaris, berdasarkan pemeriksaan awal Tim Jibom, bom tersebut masih berpotensi aktif meski kondisinya telah dipenuhi karat akibat lama berada di dalam sungai.

Kondisi itu juga membuat tulisan maupun identitas pada badan bom tidak lagi dapat dikenali, sehingga asal maupun jenis produksinya belum bisa dipastikan.

"Informasi dari Tim Jibom, ada kemungkinan bom ini masih aktif. Karena tulisan pada badan bom sudah hilang akibat berkarat, identitasnya tidak bisa diketahui. Demi keselamatan masyarakat, bom ini akan segera dilakukan disposal," jelasnya.

Bom udara tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari ikan di Sungai Lahar. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan diteruskan ke Polsek Sukorejo Polres Blitar Kota.

Mendapat laporan tersebut, Polres Blitar Kota langsung berkoordinasi dengan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur untuk melakukan penanganan. Setelah upaya pertama belum berhasil, tim kembali melakukan evakuasi pada hari kedua hingga akhirnya bom berhasil diangkat dan diamankan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow