Bursa Sekda Mengarah ke Figur Birokrat Lebih Muda

Dengan mengerucutnya kandidat pada figur birokrat yang lebih muda, seleksi Sekda Kota Batu berpotensi menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh birokrasi. Kombinasi usia produktif, pengalaman memimpin OPD, serta tuntutan kerja yang semakin dinamis menjadi faktor penentu arah baru tata kelola pemerintahan ke depan

14 Apr 2026 - 18:32
Bursa Sekda Mengarah ke Figur Birokrat Lebih Muda
Pemkot batu saat melakukan pelantikan dan sumpah janji jabatan (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP - Dinamika Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai menunjukkan arah baru. Ketatnya persyaratan usia dan pengalaman membuat bursa kandidat cenderung mengerucut pada figur birokrat yang lebih muda dan masih berada dalam masa produktif.

Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Selasa (14/4/2026) menegaskan bahwa batas usia maksimal 58 tahun saat pelantikan menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar. Aturan ini secara otomatis menyaring sejumlah pejabat senior yang selama ini dinilai berpengalaman di lingkungan Pemkot Batu.

“Aturannya jelas, yang dihitung usia saat pelantikan. Jadi meskipun saat mendaftar masih 58 tahun, tetap tidak memenuhi syarat," urainya.

Kondisi tersebut membuat peta persaingan bergeser dan nama-nama yang mencuat justru berasal dari kalangan pejabat yang relatif lebih muda, namun telah memiliki pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim, Kepala DPMPTSP Dyah Lies Tina, serta Kepala Dinas Kesehatan Aditya Prasaja.

Mereka dinilai memiliki kombinasi usia yang masih panjang dalam masa jabatan, sekaligus rekam jejak kepemimpinan yang cukup untuk memenuhi syarat minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).

"Kebijakan pembatasan usia ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan birokrasi. Dengan masa kerja yang lebih panjang, Sekda terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan program pembangunan secara berkelanjutan tanpa terhambat masa pensiun yang terlalu dekat," imbuhnya.

Di sisi lain, minimnya pendaftar di tahap awal seleksi turut memperkuat indikasi bahwa tidak semua pejabat siap masuk dalam kontestasi yang kompetitif ini. Hingga pertengahan masa pendaftaran, belum ada pejabat internal yang secara resmi mendaftar, sementara tiga akun dari luar provinsi baru sebatas login.

Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses masih sangat dinamis dan peluang bagi kandidat potensial masih terbuka hingga batas akhir pendaftaran.

“Yang dari internal memang belum ada yang mendaftar. Tapi waktu masih ada, kami berharap kandidat-kandidat potensial segera mengambil kesempatan ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow