Bupati Gresik Jenguk Balita Penderita Atresia Bilier yang Terkendala Layanan UHC
Balita berinisial IA (1 tahun) itu terkendala layanan UHC lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) identitas orang tua anak masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.
GRESIK, SJP — Seorang anak di bawah lima tahun (balita) penderita atresia bilier di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkendala layanan Universal Health Coverage (UHC).
Balita berinisial IA (1 tahun) itu terkendala layanan UHC lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) identitas orang tua anak masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.
Sementara penderita atresia bilier yang merupakan penyakit langka pada bayi baru lahir mengancam kerusakan hati dan gagal hati harus segera mendapat penanganan rumah sakit.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang mendapat laporan kendala layanan kesehatan itu langsung menjenguk balita penderita atresia bilier di rumahnya Kecamatan Menganti, Gresik, Selasa (30/12/2025).
“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” kata Bupati yang akrab disapa Yani, setelah kunjungan.
Yani mengatakan, kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan. Ia menyebut, kondisi kesehatan anak IA memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Pemenuhan kebutuhan gizi anak IA jadi fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.
“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

