Mengisi Waktu Libur Sekolah, Anak-Anak di Blitar Ikuti Khitanan Massal di Polres Blitar

Ratusan anak-anak di wilayah Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar Polres Blitar. Mereka sengaja mengikuti kegiatan tersebut untuk mengisi waktu libur sekolah semester genap.

21 Jun 2025 - 18:00
Mengisi Waktu Libur Sekolah, Anak-Anak di Blitar Ikuti Khitanan Massal di Polres Blitar
Beberapa anak-anak yang mengikuti kegiatan sunatan massal menerima piagam dari Polres Blitar. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Ratusan anak-anak di Kabupaten Blitar mengikuti khitanan massal yang digelar Polres Blitar pada Sabtu (21/6/2025). Totalnya ada 100 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan tersebut untuk mengisi waktu libur sekolah semester genap.

Satu di antara peserta bernama Ashelin Abiyasa Aryasuta asal Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar ini mengaku mengetahui adanya informasi kegiatan khitanan massal ini dari sekolahnya.

Kemudian, ia memutuskan untuk datang, karena saat ini bertepatan dengan libur sekolah. Artinya, cukup ada waktu untuk beristirahat usai mengikuti khitanan massal.

"Ya buat mengisi libur sekolah. Liburnya lama, jadi bisa istirahat dan nggak sampai menganggu kegiatan efektif di sekolah," ujarnya, Sabtu (21/6/2025).

Selain Abiyasa, ada Agil seorang pelajar kelas 5 SD asal Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Ia turut mengikuti khitanan massal di sela acara liburan sekolah yang cukup panjang.

Meski sempat merasakan sakit saat menjalani khitanan massal, Agil mengaku senang. Karena mendapat beberapa hadiah dari polisi.

"Tadi sakit sedikit waktu proses suntik. Rasanya cekit-cekit, tapi sekarang sudah nggak sakit lagi," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menyampaikan kegiatan khitanan massal ini sengaja digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 di tahun 2025 ini.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga sebagai bentuk komitmen kepolisian untuk hadir ditengah masyarakat, khususnya bagi warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Bahkan, ia juga sempat merasa terharu, karena salah satu peserta khitanan massal merupakan pemuda berusia 20 tahun yang menderita cerebral palsy atau lumpuh otak.

Pemuda itu asal Kecamatan Nglegok, dan datang ke lokasi bersama ayahnya dan Kapolres sempat menggendongnya untuk menuji mobil yang akan mengantarkan pulang.

"Maaf saya masih terharu, kegiatan ini betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini bentuk nyata kami sebagai polisi hadir di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow