Bulog dan PWI Bondowoso Gelar Pasar Murah di Hari Pers Nasional, Minyak Goreng Jadi Rebutan Warga
Perum Bulog Bondowoso menggelar pasar murah di Rest Area Kluncing, Desa Sukorejo, dalam rangka HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI. Sebanyak 300 liter minyak goreng dan 1,5 ton beras SPHP disediakan, dengan minyak goreng menjadi komoditas paling diburu warga hingga habis terjual.
BONDOWOSO, SJP – Sejak pagi, antrean warga sudah terlihat memanjang di Rest Area Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (11/2/2026). Di tangan mereka tergenggam uang secukupnya, dengan harapan bisa membawa pulang kebutuhan pokok berharga lebih ramah di kantong.
Hari itu, Perum Bulog Bondowoso yang berkolaborasi dengan PWI Bondowoso menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang cenderung naik.
Bulog menyediakan 300 liter minyak goreng merek Minyakita kemasan 1 liter serta beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan total stok 1,5 ton. Warga diperbolehkan membeli minyak goreng sebanyak 2 hingga 4 liter per orang, sedangkan beras dibatasi 5 sampai 10 kilogram.
Petugas Bulog Bondowoso, Teguh, mengakui antusiasme masyarakat di luar perkiraan. Minyak goreng menjadi komoditas yang paling diburu.
“Minyak goreng habis terjual semua. Bahkan masih ada warga yang tidak kebagian,” ujarnya.
Sebagian warga yang kehabisan minyak goreng akhirnya memilih membeli beras. Namun untuk beras SPHP, dari total 1,5 ton yang disediakan, baru sekitar 4 hingga 5 kuintal yang terserap.
Menurut Teguh, tidak semua warga membeli beras kemungkinan karena sebagian masih memiliki stok hasil panen sendiri.
“Kemungkinan masih ada cadangan beras di rumah, jadi yang paling dicari memang minyak goreng,” tambahnya.
Di antara antrean itu, Siti Aminah, warga Desa Sukorejo, tampak lega setelah berhasil mendapatkan minyak goreng. Ia mengaku rela datang lebih awal agar tidak kehabisan.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga minyak sekarang lumayan mahal. Saya antre dari pagi supaya kebagian,” tuturnya dengan senyum.
Bagi Siti, pasar murah bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan bentuk perhatian yang nyata. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar agar masyarakat kecil semakin terbantu.
Harapan serupa juga disampaikan Ahmad, warga lainnya. Ia menyebut stok minyak goreng sebaiknya ditambah pada kegiatan berikutnya.
“Cepat sekali habisnya. Banyak yang belum kebagian. Kalau bisa nanti jumlahnya ditambah karena peminatnya memang banyak,” katanya.
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

