Bubur Roomo, Kuliner Tradisional Khas Gresik yang Sarat Cerita Rakyat
Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sarat akan cerita rakyat yang melegenda. Cerita tersebut rupanya juga tersemat di salah satu kuliner tradisional Bubur Roomo.
GRESIK, SJP - Berkunjung ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum lengkap jika belum mencicipi kuliner satu ini, yakni Bubur Roomo. Bubur ini terbuat dari tepung beras, cabai merah, santan, dan bumbu lodeh.
Kuliner bubur Roomo ini memiliki cita rasa yang khas. Selain itu, bubur Roomo juga sarat cerita rakyat tentang seorang wali yang memberikan beras kepada seorang fakir miskin untuk diolah menjadi bubur dan dijual. Wali itu memberi nama bubur Roomo, sesuai dengan nama desa yang berada di kawasan pesisir laut saat itu.
Salah seorang penjual Bubur Roomo, Nurjanah mengatakan, bahwa dirinya sudah berjualan selama 30 tahun.
"Sudah 30 tahunan berjualan bubur Roomo ini. Ya, dinikmatin berapapun hasilnya setiap hari," kata Nurjanah, Ahad (24/8/2025).
Nurjanah mengatakan, penjualan kuliner bubur Roomo ini merupakan turun-temurun usaha keluarga. Ia menceritakan, saat itu sang nenek berkeliling desa sampai berlanjut diteruskan sang ibu menjual bubur Roomo.
Menurut dia, berjualan bubur Roomo ini turun-temurun sudah tiga generasi.
“Sekitar akhir 1990 an, ada Festival Kuliner Nusantara, kami mewakili Gresik dan meraih juara. Sejak itu pelan-pelan bubur Roomo jadi terkenal dan saya memutuskan untuk menetap di emperan seberang pasar Kalitutup, Jalan K.H Hasyim Asy’ari, Gresik,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli bubur roomo yang sering mendatangi kuliner ini, Wahyu, mengaku sangat suka dengan rasa Bubur Roomo, karena memiliki rasa yang khas. Ia menyebut, dengan harga terjangkau Rp10.000 per porsi, bubur Roomo cocok untuk sarapan mengawali hari.
"Sering banget kesini, bisa 4 kali dalam seminggu, rasanya beda sih klo disini, khas gitu," pungkas dia, saat memberikan komentar cita rasa kuliner Bubur Roomo. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

