Buaya Kecil di Waduk Manukan Tirto Surabaya Ditangkap Warga

Buaya muara sepanjang 50 cm muncul di waduk permukiman Surabaya, sempat buron di balik eceng gondok sebelum akhirnya ditangkap warga dan diserahkan ke BKSDA.

16 Jun 2025 - 17:04
Buaya Kecil di Waduk Manukan Tirto Surabaya Ditangkap Warga
Petugas BPBD Surabaya membawa buaya muara hasil tangkapan warga dari waduk Manukan Tirto (CC112 Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Seekor buaya muara sempat menghebohkan warga di kawasan Jalan Manukan Tirto, Kecamatan Tandes, Surabaya. Buaya tersebut tertangkap di sebuah waduk setelah sempat meresahkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Laporan Awal Dari Pemancing

Informasi awal mengenai kemunculan buaya diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya pada Minggu (15/6/2025). Seorang pemancing melaporkan bahwa ia melihat keberadaan reptil tersebut di tengah waduk yang ditumbuhi tanaman liar.

BPBD Surabaya kemudian melakukan penyisiran di area waduk seluas kurang lebih 3.500 meter persegi. Namun, upaya penangkapan sempat mengalami kendala karena permukaan air dipenuhi oleh eceng gondok dan alang-alang, yang menjadi tempat persembunyian buaya tersebut.

"Buayanya sempat terlihat, tetapi kembali bersembunyi di antara rimbunnya tanaman liar," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, Senin (16/6/2025).

Karena situasi sulit dan membahayakan, petugas menghentikan sementara pencarian dan memasang rambu peringatan di sekitar waduk. BPBD juga memberikan imbauan kepada warga agar waspada serta melapor melalui layanan darurat jika melihat keberadaan buaya.

"BPBD juga sosialisasi ke warga setempat untuk melakukan pengawasan bersama area waduk, dan jika terlihat lagi sebagai buaya agar segera menghubungi 112 kembali," tambah Linda.

Buaya Ditangkap oleh Warga

Keesokan harinya, BPBD mendapat laporan dari Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKMK) Manukan Kulon bahwa buaya telah berhasil ditangkap oleh warga pada Senin (16/6/2025) pagi. Saat petugas tiba di lokasi, buaya sudah berada dalam kondisi aman dan telah diserahkan ke Kantor Kelurahan Manukan Kulon.

"Petugas ketika tiba, sudah terkondisikan oleh warga semalam, dan langsung diserahkan ke Kantor Kelurahan Manukan Kulon. Jenisnya buaya muara, panjang sekitar 50 sentimeter," jelas Linda.

Buaya tersebut kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk proses lebih lanjut. Namun hingga kini, belum ada informasi apakah buaya itu berasal dari habitat liar atau peliharaan yang lepas. Linda juga menyebut belum ada tanda-tanda keberadaan induk buaya di sekitar waduk.

Apa itu Buaya Muara?

Sebagai informasi tambahan, buaya muara (Crocodylus porosus) sendiri adalah spesies buaya terbesar di dunia yang dapat hidup di air tawar maupun air asin. Meskipun buaya yang ditangkap hanya berukuran sekitar 50 cm, spesies ini pada usia dewasa bisa mencapai panjang 6 sampai 7 meter dengan berat lebih dari 1 ton. 

Buaya muara termasuk predator puncak yang dikenal agresif dan memiliki daya gigitan terkuat di antara semua hewan hidup. Maka dari itu, buaya yang ditemukan di Manukan harus diwaspadai meski ukurannya masih kecil, terlebih ditakutkan bahwa induk buaya tersebut juga ada di sekitar pemukiman warga.

BPBD akan terus memantau lokasi dan bekerja sama dengan warga untuk memastikan tidak ada buaya lain yang berkeliaran di area permukiman. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow