Dramatis, Damkar Tulungagung Evakuasi Jenazah Warga yang Meninggal di Lantai Dua

Upaya ini dilakukan setelah warga kesulitan menurunkan jenazah melalui tangga dalam rumah yang terlalu sempit. Dengan menggunakan tangga darurat yang disandarkan di teras rumah korban, petugas Damkar naik ke kamar korban untuk melakukan evakuasi. Akses tangga dari lantai satu menuju lantai dua yang sempit dan sulit dilalui, membuat warga meminta bantuan dari petugas pemadam kebakaran

16 Jun 2025 - 18:17
Dramatis, Damkar Tulungagung Evakuasi Jenazah Warga yang Meninggal di Lantai Dua
Petugas Damkar menurunkan jenazah warga Desa Moyoketen dari lantai dua rumahnya. (Foto : Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP – Proses evakuasi jenazah seorang warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (16/6/2025) pagi, berlangsung dramatis. Korban bernama Supriyanto (68) ditemukan meninggal dunia oleh anak perempuannya di kamar lantai dua rumahnya.

Akses tangga dari lantai satu menuju lantai dua yang sempit dan sulit dilalui, membuat warga meminta bantuan dari petugas pemadam kebakaran.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, yang dipimpin oleh Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Iwan Supriyono, langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban.

Iwan mengatakan upaya ini dilakukan setelah warga kesulitan menurunkan jenazah melalui tangga dalam rumah yang terlalu sempit. Dengan menggunakan tangga darurat yang disandarkan di teras rumah korban, petugas Damkar naik ke kamar korban untuk melakukan evakuasi.

"Ini tadi kami menurunkan 10 personel dari Damkar, selain itu juga melibatkan petugas dari Inafis Satreskrim Polres Tulungagung pemerintah desa, serta bantuan warga sekitar," kata Iwan.

Evakuasi dilakukan menggunakan tandu basket, kemudian jenazah diturunkan melalui tangga darurat yang disandarkan di teras rumah. Meski lokasi evakuasi cukup suli, namun bisa diatasi dengan koordinasi yang baik.

"Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar, untuk prosesnya sekitar 30 menit," ujarnya.

Sementara itu, dari keterangan tetangga korban, Kustoyo, diketahui bahwa Supriyanto sudah mengalami sakit selama tiga pekan terakhir. Ia tinggal di kamar lantai dua dan jarang terlihat keluar rumah.

Pada Jumat pekan lalu, keluarga dan warga sempat meminta bantuan Damkar untuk mengevakuasi korban saat masih hidup, namun ia menolak.

"Waktu itu kami sudah coba evakuasi karena kondisinya lemah, tapi Pak Supriyanto tidak mau," tutur Kustoyo.

Meski evakuasi berlangsung cukup menegangkan, prosesnya tidak menemui kendala berarti. Usai berhasil diturunkan jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow