Driver Ojol di Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Mayoritas Alami Myalgia dan Hipertensi

Pemeriksaan gratis temukan gejala dominan di kalangan pengemudi ojol, mulai dari nyeri otot hingga tekanan darah tinggi.

17 Jun 2025 - 11:03
Driver Ojol di Malang Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Mayoritas Alami Myalgia dan Hipertensi
Dokkes Polres Malang menggelar cek kesehatan para driver ojol. (Foto: Humas Polres Malang for SJP)

MALANG, SJP—Sebanyak 56 driver ojek online (ojol) mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi Polres Malang pada Senin (16/6/2025). Dari hasil pemeriksaan, mayoritas peserta mengeluhkan kelelahan otot (myalgia) dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kegiatan itu berlangsung di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, menyasar pengemudi dengan mobilitas tinggi yang rentan terhadap gangguan kesehatan.

Selain myalgia dan hipertensi, tim medis dari Seksi Dokkes Polres Malang juga mendapati beberapa peserta menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Pelayanan yang diberikan meliputi cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Peserta juga memperoleh konsultasi medis serta obat dan vitamin secara cuma-cuma. Bagi peserta yang ditemukan memiliki gejala berat, petugas menyiapkan jalur rujukan ke fasilitas medis lanjutan.

“Para pengemudi ojol ini setiap hari berjibaku di jalan. Kadang lupa istirahat, makan tidak teratur, dan jarang sempat memeriksa kondisi kesehatannya. Di sinilah kami hadir untuk memberi perhatian,” kata Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Senin (16/6/2025).

Dia juga menyebut, kegiatan seperti ini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi dan kepercayaan antara Polri dengan masyarakat akar rumput.

“Kami ingin Polri hadir sebagai sahabat. Bukan sekadar penegak hukum. Lewat pelayanan seperti ini, kami mengajak masyarakat merasakan kehadiran polisi yang lebih peduli dan terbuka,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, beberapa peserta terindikasi mengalami gangguan kesehatan kronis yang selama ini tidak disadari. Karena itu, Polres Malang tidak hanya memberikan pelayanan sesaat, tetapi juga pendampingan bagi peserta yang perlu penanganan lanjutan.

“Kalau hanya sekali diperiksa, lalu ditinggal, itu bukan pendekatan humanis. Kami ingin keberlanjutan. Maka kami siapkan rujukan. Termasuk mendukung upaya pencegahan penyakit menular seperti TBC,” jelas AKP Bambang.

Menurut salah satu driver, Eko (41), warga Kecamatan Kepanjen, kegiatan ini cukup membantunya dalam mengetahui kondisi tubuh terkini setelah bertahun-tahun tidak sempat memeriksakan diri.

“Biasanya tidak sempat. Karena kerja dari pagi sampai malam. Alhamdulillah tadi tensi saya dicek, dikasih vitamin juga,” ujar Eko. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow