BRIN Uji Pengembangan Pertanian Modern, Petani Kota Batu Diajak Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

Dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi workshop BRIN menunjukkan besarnya potensi pertanian daerah yang dinilai layak menjadi laboratorium pengembangan inovasi nasional.

04 Jun 2026 - 17:30
BRIN Uji Pengembangan Pertanian Modern, Petani Kota Batu Diajak Adaptif Hadapi Perubahan Iklim
Pertemuan Pemkot Batu dengan BRIN (Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Kota Batu kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan Kota Batu sebagai lokasi pelaksanaan workshop pertanian yang akan digelar pada 9 hingga 12 Juni 2026 di Balai Riset dan Pengembangan Mutu Pertanian (BRMP) Jestro, Desa Tlekung.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada (4/6/2026) bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan riset dan inovasi di sektor pertanian, sekaligus memperkenalkan konsep protected farming atau pertanian terlindungi yang dinilai mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

"Dalam pertemuan tersebut, BRIN memaparkan berbagai teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi," urainya.

Heli menyambut positif dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian di masa depan.

Terlebih Kota Batu juga memiliki potensi pertanian yang besar sehingga kehadiran BRIN menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan riset dan teknologi agar petani semakin produktif, adaptif, dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Kota Batu. Karena itu, pemanfaatan hasil riset dan inovasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Perkembangan teknologi pertanian sebenarnya mulai tumbuh dari kalangan petani sendiri. Sejumlah petani muda di Kota Batu bahkan telah melakukan berbagai eksperimen dan inovasi secara mandiri untuk meningkatkan hasil produksi maupun efisiensi usaha tani," ujarnya.

Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi yang berkembang di lapangan dapat terhubung dengan hasil riset yang dilakukan lembaga penelitian.

“Banyak petani muda yang sudah mulai melakukan inovasi sendiri. Ini harus didukung dengan transfer teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan agar hasilnya semakin optimal,” katanya.

Melalui workshop yang akan digelar BRIN, para petani nantinya tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknologi pertanian modern, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan para peneliti terkait berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pemerintah Kota Batu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem pertanian berbasis riset yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin dinamis. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow