Bosda Mojokerto 'Hilang' dari APBD Induk, Dispendik Janjikan Ada di P APBD

Keputusan untuk tidak mencantumkan Bosda dalam APBD Induk memang dibenarkan olehnya. Namun, bukan tanpa alalsan. Yo'ie berdalih bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari 'strategi efisiensi' dan bukan penghapusan permanen.

08 Jan 2026 - 22:21
Bosda Mojokerto 'Hilang' dari APBD Induk, Dispendik Janjikan Ada di P APBD
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Absennya alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Kabupaten Mojokerto 2026 sempat memantik perhatian masyarakat. 

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo, buka suara guna menepis dihapusnya Bosda hingga isu defisit anggaran sebesar Rp100 miliar yang santer beredar.

Yo'ie membantah adanya pemangkasan anggaran bernilai fantastis di lembaganya. Ia berdalih bahwa struktur anggaran Dinas Pendidikan yang tampak jumbo sebagian besar terserap untuk subkegiatan wajib yang terintegrasi dengan pemerintah pusat.

Meski begitu, keputusan untuk tidak mencantumkan Bosda dalam APBD Induk memang dibenarkan olehnya. Namun, bukan tanpa alalsan. Yo'ie berdalih bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dan bukan penghapusan permanen.

Seperti pada tahun sebelumnya Bosda digunakan untuk pembelian seragam gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mojokerto. Untuk APBD induk di tahun ini, tidak ada lagi pembelian seragam. 

Namun demikian, ia menyebut ada alasan yang prinsipil kenapa tidak menganggarkan pengadaan seragam. Sebab, pengadaan baru saja diselesaikan sehingga seragam masih baru. 

"Kondisi di lapangan saat ini masih sangat baik karena pengadaan seragam baru saja diselesaikan. Oleh karena itu, anggaran Bosda akan kembali diakomodasi melalui Perubahan APBD (P-APBD)," ujar Yo'ie, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai jika alokasi seragam kembali dilakukan saat ini berpotensi menjadi mubazir karena bantuan seragam sebelumnya dianggap masih mencukupi kebutuhan riil siswa. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto turut mengimbau agar seluruh kepala sekolah tetap tenang dan fokus pada substansi pendidikan. 

Yo'ie mengingatkan bahwa orientasi lembaga pendidikan tidak boleh hanya terpaku pada urusan administratif Bosda, melainkan pada esensi peningkatan mutu pengajaran.

Ia menekankan pentingnya penerapan in-depth learning atau pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi siswa. 

Selain itu, sekolah didorong untuk mulai mengintegrasikan pemahaman teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum guna memacu inovasi.

"Pendidikan kita tidak semata-mata mengenai Bosda. Fokus kita adalah memperkuat karakter dan kreativitas murid demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow