KKN Mahasiswa Unej Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Desa di Bondowoso

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan KKN tidak boleh bersifat seremonial. Mahasiswa KKN Unej diminta menjadi mitra strategis pembangunan desa melalui penguatan ekonomi lokal, SDGs Desa, dan solusi berbasis data lapangan.

08 Jan 2026 - 22:08
KKN Mahasiswa Unej Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Desa di Bondowoso
Ratusan mahasiswa KKN UNEJ saat pelepasan di Pendopo Bupati Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Jember (Unej) resmi diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian di sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso, Kamis (8/1/2026).

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN tidak boleh sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perubahan dan pembangunan desa.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat menerima mahasiswa KKN Unej Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Bupati Bondowoso.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala LP2M Universitas Jember Prof. Dr. Yuli Witono, Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. Fathur Rozi, jajaran pejabat Pemkab, para camat, kepala desa, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Bupati Abdul Hamid Wahid menekankan, program KKN tidak lagi dipandang sebagai rutinitas akademik semata. Menurutnya, KKN merupakan sarana pembelajaran lapangan yang menuntut mahasiswa terlibat langsung dalam membaca persoalan riil masyarakat sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Kehadiran mahasiswa KKN harus dimaknai sebagai kemitraan strategis dalam pembangunan desa. Mahasiswa dituntut mampu menggali potensi lokal, membangun jejaring sosial, dan menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan KKN Tematik yang diterapkan Universitas Jember sejalan dengan kebutuhan desa saat ini. Fokus pada pencapaian SDGs Desa, penanggulangan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pariwisata desa, hingga isu lingkungan dan perubahan iklim dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi Bondowoso.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso yang karip disapa Ra Hamid ini memaparkan, Kabupaten Bondowoso memiliki kekayaan sumber daya yang besar, mulai dari sektor pertanian hortikultura, kopi, peternakan, hingga potensi wisata alam Ijen Geopark serta kearifan budaya lokal. Namun demikian, potensi tersebut masih dihadapkan pada persoalan klasik seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, serta ancaman degradasi lingkungan.

“Di titik inilah mahasiswa KKN diharapkan hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pemecah masalah, inovator, sekaligus penggerak masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta agar setiap program KKN disusun secara matang dan berbasis data. Mulai dari pemetaan masalah di desa, penyusunan perencanaan melalui Business Model Canvas, hingga pelaksanaan dan pelaporan yang akuntabel.

Program yang dijalankan, lanjutnya, harus memberikan dampak jangka panjang dan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Selain substansi program, Ra Hamid turut menekankan pentingnya sikap, etika, dan tanggung jawab mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.

Mahasiswa diingatkan untuk menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang santun dengan pemerintah desa dan warga, serta menjadikan KKN sebagai sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan sosial.

"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan siap mendukung pelaksanaan KKN Universitas Jember sebagai bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa yang berkeadilan dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow