Antisipasi Salah Sasaran, Dinas Pendidikan Kediri Datangi Langsung Rumah Calon Penerima Beasiswa
Langkah ini diambil agar penilaian tidak sekadar berpatokan pada dokumen administrasi yang berpotensi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Proses verifikasi lapangan ini sendiri sudah berjalan sejak 29 Juni lalu.
KEDIRI, SJP — Keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu perhatian serius Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Sebagai bentuk komitmen nyata, bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini mengalokasikan anggaran beasiswa hingga Rp30 miliar per tahun.
Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menerapkan proses verifikasi ketat melalui metode home visit atau kunjungan langsung ke rumah calon penerima.
Langkah ini diambil agar penilaian tidak sekadar berpatokan pada dokumen administrasi yang berpotensi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Proses verifikasi lapangan ini sendiri sudah berjalan sejak 29 Juni lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa verifikasi yang sedang berlangsung saat ini diperuntukkan bagi jenis Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa.
Ia menekankan bahwa prosedur ini bukan untuk mempersulit, melainkan demi transparansi dan keadilan.
"Kita tidak menginginkan bantuan beasiswa ini tidak tepat sasaran, sehingga mereka yang lebih berhak justru kehilangan kesempatan," ujar Muhsin, Ahad (12/7/2026).
Mengingat tingginya antusiasme warga, jumlah pendaftar yang mengajukan beasiswa jauh melampaui kuota yang tersedia, sehingga banyak pendaftar yang dipastikan tidak lolos seleksi. Sebagai gambaran, kuota Beasiswa Berdaya untuk jenjang mahasiswa hanya tersedia untuk 580 penerima.
Namun pada tahap pertama, jumlah pemohon yang mendaftar melonjak hingga 1.246 pendaftar. Dari proses verifikasi yang tengah berjalan, tercatat ada 780 pendaftar yang tidak lolos verifikasi, sementara 245 pendaftar lainnya sudah dinyatakan terverifikasi.
Proses verifikasi untuk pendaftaran tahap pertama ini akan terus berlangsung hingga 18 Juli mendatang, yang kemudian akan dilanjutkan untuk tahap kedua. Dalam pelaksanaannya, petugas verifikasi tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, tetapi juga mengecek kondisi ekonomi keluarga berdasarkan kategori Desil 1-5, prestasi akademik, serta kondisi langsung pemohon.
"Verifikasi ini menjadi penentu, kita berharap betul manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan bagi mereka yang kesulitan biaya pendidikan," ungkap Muhsin.
Muhsin menambahkan, Mas Dhito selalu menekankan bahwa seluruh anak di Kabupaten Kediri memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Program Beasiswa Berdaya ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak berprestasi agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita mereka. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

