Ponpes Gadingmangu Apresiasi Munas X LDII, Sinyal Harmoni Pemerintah dan Lembaga Dakwah
Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah.
JOMBANG, SJP – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang digelar di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, mendapatkan apresiasi dari Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut, menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah.
Munas X LDII resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa agenda lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi arah gerak organisasi serta menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Chriswanto menyoroti dinamika global, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga Eropa Timur, yang dinilai berdampak langsung pada ketahanan pangan, energi, dan stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, LDII berkomitmen untuk terus mendukung visi pembangunan nasional melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“LDII ingin terus hadir memberi kontribusi nyata melalui program-program yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan negara,” ujar Chriswanto dalam keterangan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah KH Mochamad Irfan Yusuf yang hadir mewakili pemerintah menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Munas.
Gus Irfan menekankan pentingnya peran ormas dan pesantren dalam merawat dakwah yang menyejukkan serta memperkuat karakter sosial masyarakat. Ia menyatakan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah dengan elemen masyarakat sipil.
“Pembangunan bangsa tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Harus ada sinergi dengan ormas, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Gus Irfan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Munas X LDII. Ia menilai tema yang diusung dalam Munas kali ini sangat relevan dengan semangat kemandirian yang selama ini ditanamkan kepada para santri.
Menurutnya, pesantren masa kini tidak hanya dituntut fokus pada penguatan ilmu agama, tetapi juga harus membekali santri dengan kesadaran terhadap isu-isu strategis kebangsaan, termasuk ketahanan pangan dan energi.
“Keluarga besar Ponpes Gadingmangu mengapresiasi kehadiran Menteri Haji dan Umrah sebagai sinyal kuat harmonisasi pemerintah dan lembaga dakwah. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat, tetapi juga harus melek terhadap ketahanan pangan dan energi sebagai wujud bakti kepada negara,” tegas Nurul Firdaus.
Ponpes Gadingmangu berpandangan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi dakwah, dan lembaga pendidikan merupakan kunci penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Semangat kebersamaan dan kontribusi nyata dinilai menjadi modal utama agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan berdaya saing. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

