Bidik Pemilu 2029, Golkar Malang Perkuat Basis di Singosari
Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Singosari yang digelar di Kafe Arjuna, Rabu (11/2/2026).
MALANG, SJP — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Malang menetapkan Kecamatan Singosari sebagai wilayah strategis dalam penguatan struktur dan konsolidasi politik menuju Pemilu 2029. Penajaman peran kader di tingkat kecamatan dinilai penting untuk mengoptimalkan perolehan suara secara berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Singosari yang digelar di Kafe Arjuna, Rabu (11/2/2026).
Dalam forum yang berlangsung hingga petang tersebut, Abdul Rozaq kembali ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Singosari secara aklamasi melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman, menyatakan bahwa Muscam merupakan instrumen penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan efektivitas kerja politik di tingkat wilayah.
“Ini adalah bagian dari konsolidasi struktural partai. Penetapan ketua dilakukan secara aklamasi melalui musyawarah mufakat, dan Bapak Abdul Rozaq kembali dipercaya memimpin PK Golkar Singosari,” ujar Sudarman, Rabu (11/2/2026).
Sudarman menjelaskan, Kecamatan Singosari memiliki karakteristik wilayah strategis dengan 17 desa dan jumlah pemilih sekitar 130 ribu orang. Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar mencatat perolehan sekitar 15 ribu suara, atau mengalami kenaikan sebesar 6.000 suara dibandingkan periode sebelumnya.
“Kenaikan suara tersebut mencerminkan efektivitas konsolidasi di tingkat kecamatan. Secara elektoral, Singosari masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar,” jelasnya.
Menurut Sudarman, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kerja organisasi di tingkat akar rumput berpengaruh langsung terhadap peningkatan elektabilitas partai. Meski belum mencapai target maksimal, tren kenaikan ini menunjukkan bahwa pendekatan struktural dan komunikasi kader berjalan efektif.
Ia menilai, dengan potensi 130 ribu pemilih, target peningkatan hingga 30 persen perolehan suara merupakan hal yang realistis jika konsolidasi dilakukan secara sistematis.
“Wilayah ini memiliki potensi elektoral besar. Dengan penguatan struktur dan kerja politik konsisten, peluang peningkatan suara sangat terbuka lebar,” tegas dia.
Sudarman turut menekankan bahwa kerja politik harus dipahami sebagai proses jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar aktivitas temporer menjelang pemilu. Penguatan struktur dan kaderisasi harus berjalan kontinu demi mencapai hasil optimal pada 2029.
Selain Singosari, Sudarman menyebut sejumlah kecamatan lain yang menjadi basis kuat Golkar di Kabupaten Malang, seperti Lawang, Pakis, Gedangan, Pujon, dan Wajak. Wilayah-wilayah tersebut akan terus diperkuat bersamaan dengan pembenahan di kecamatan lain melalui agenda Muscam.
Hingga saat ini, Muscam telah dilaksanakan di 13 dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang. DPD Golkar menargetkan seluruh rangkaian Muscam tuntas sebelum Idulfitri.
“Setelah seluruh Muscam selesai, kami akan menyusun agenda kerja yang lebih terukur berbasis pemetaan wilayah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Abdul Rozaq menyatakan komitmennya untuk memperkuat organisasi di tingkat kecamatan. Ia akan mengevaluasi dan memperkuat perangkat organisasi agar mampu menjalankan fungsi konsolidasi sesuai arah kebijakan partai di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Target kami adalah meningkatkan representasi kursi dari Kecamatan Singosari pada Pemilu 2029 mendatang,” kata Abdul Rozaq.
Dengan struktur wilayah luas dan tren kenaikan suara, Singosari dipandang sebagai kawasan kunci dalam peta politik Kabupaten Malang. Penetapan kepemimpinan secara aklamasi ini dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas organisasi guna optimalisasi kinerja elektoral Partai Golkar menuju 2029. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

