Banjir Luapan Sungai Avour Rendam 7 Desa di Gresik

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat, insiden ini menyebabkan tanggul sungai jebol di dua titik dan merendam ribuan rumah warga.

12 Feb 2026 - 10:00
Banjir Luapan Sungai Avour Rendam 7 Desa di Gresik
Kondisi banjir luapan di Kabupaten Gresik, Kamis (12/2/2026). (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Tingginya intensitas curah hujan dengan durasi panjang diduga menjadi penyebab meluapnya Sungai Avour di wilayah selatan Kabupaten Gresik.

Kejadian tersebut mengakibatkan saluran drainase tidak mampu menampung lonjakan debit air, sehingga luapan menggenangi akses jalan dan kawasan permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat, insiden ini menyebabkan tanggul sungai jebol di dua titik dan merendam ribuan rumah warga.

"Luapan Sungai Avour mengakibatkan jebolnya tanggul di dua titik yang berlokasi di Dusun Sumberjalin, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom," ujar perwakilan BPBD Gresik, Sukardi, Kamis (12/2/2026).

Sukardi menjelaskan bahwa kronologi banjir luapan ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (11/2/2026) sore.

Berdasarkan hasil asesmen terbaru hari ini, BPBD Gresik mencatat dampak banjir meluas hingga merendam tujuh desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Driyorejo.

Di Kecamatan Wringinanom, banjir melanda Desa Sumengko dengan genangan pada jalan poros desa (JPD) dan jalan lingkungan setinggi 40-60 cm, serta sedikitnya 15 rumah warga terendam dengan ketinggian air 10-30 cm.

Di Desa Wringinanom, jalan poros dan lingkungan tergenang 10-20 cm, sementara sekitar 500 rumah warga terdampak genangan dengan ketinggian yang sama.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pasinan, di mana JPD tergenang 40-60 cm dan jalan lingkungan 10-30 cm. Sebanyak 500 unit rumah, sejumlah mushola, serta balai dusun terendam air dengan ketinggian 10-30 cm.

"Selanjutnya di Desa Lebaniwaras, JPD tergenang setinggi 10-30 cm. Sedangkan di Desa Sumberame, tercatat tanggul jebol dengan dimensi panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter," jelas Sukardi.

Sementara itu, di Kecamatan Driyorejo, banjir merendam jalan lingkungan di Desa Sumput setinggi 10-30 cm.

Di Desa Krikilan, tepatnya di Dusun Legundi, JPD tergenang 30-50 cm. Tercatat sebanyak 68 rumah warga, SDN 3 Krikilan, serta SMP PGRI Driyorejo turut terendam air dengan ketinggian 10-30 cm.

"Untuk kondisi terkini di Desa Krikilan, genangan air sudah mulai mengalami penurunan. Hingga saat ini dilaporkan nihil korban jiwa," tambahnya.

Secara kumulatif, data BPBD menunjukkan sebanyak 1.083 rumah tergenang air akibat luapan ini. Personel BPBD Gresik masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow