Bidik 2,4 Juta Wisatawan RI, Singapura Gandeng Ciputra untuk Dongkrak Belanja Turis
Mengincar 2,4 juta wisatawan Indonesia, Singapura menggandeng Ciputra Group untuk mengerek belanja turis lewat kolaborasi pariwisata, bisnis, pendidikan, hingga layanan kesehatan terintegrasi.
SURABAYA, SJP — Singapore Tourism Board (STB) menggandeng Ciputra Group dalam kemitraan strategis selama satu tahun untuk meningkatkan nilai belanja wisatawan Indonesia di Singapura, dengan memanfaatkan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua penyumbang turis.
Berdasarkan data terbaru, STB mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan ke Singapura pada 2025 lalu, menjadikannya pasar terbesar kedua setelah Tiongkok.
Di saat yang sama, penerimaan pariwisata Singapura (tourism receipts) mencapai S$23,9 miliar pada tiga kuartal pertama 2025 atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan, menunjukkan fokus yang semakin kuat pada kualitas dan nilai belanja wisata, bukan sekadar jumlah kunjungan.
Executive Director Southeast Asia STB, Terrence Voon, mengatakan kemitraan ini dirancang untuk memperluas jangkauan Singapura ke komunitas Indonesia melalui jaringan luas Ciputra Group yang tersebar di puluhan kota.
“Ada lebih dari 30 kota di Indonesia yang bisa kami jangkau melalui Ciputra. Kami ingin meningkatkan kesadaran tentang penawaran Singapura," ujar Terrence saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, strategi tersebut tidak hanya menyasar wisata rekreasi, tetapi juga memperluas segmen perjalanan bernilai tinggi seperti bisnis dan pendidikan.
"Bukan hanya tourism, tapi juga perjalanan bisnis, meeting, dan program pembelajaran bagi pelajar," terang Terrence
Menurutnya, kerja sama itu menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang lebih luas dalam meningkatkan daya tarik Singapura sebagai destinasi yang relevan bagi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, Associate Director Ciputra Group, Tri Ciputra Harun, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan diintegrasikan ke dalam berbagai lini bisnis perusahaan untuk mendorong pengalaman perjalanan yang lebih bernilai bagi konsumen.
"Kolaborasi ini mencakup residential, commercial seperti mall, medical, dan juga universitas," sebutnya.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya ekosistem yang menghubungkan pariwisata dengan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan nilai belanja wisatawan.
"Kami ingin menghadirkan program agar konsumen bisa mendapatkan pengalaman dan visi Singapura," terang Tri.
Dalam implementasinya, kerja sama ini akan menghadirkan berbagai program, mulai dari paket perjalanan eksklusif, program kunjungan edukatif, hingga peluang magang bagi mahasiswa, termasuk di Universitas Ciputra Surabaya.
Singapura juga akan dijadikan destinasi utama untuk program perjalanan pelajar di bawah jaringan Ciputra Schools, dengan pengalaman imersif seperti lokakarya dan kunjungan institusi.
Selain itu, kolaborasi ini juga menyentuh sektor medical tourism, termasuk kerja sama awal di bidang onkologi yang membuka akses layanan kesehatan di Singapura bagi pasien dari Indonesia.
"Sudah ada kerja sama di bidang onkologi, sehingga akses pengobatan bisa lebih baik untuk pasien," imbuhnya.
Tak hanya menyasar individu, kerja sama ini juga menargetkan pelaku bisnis dan tenant Ciputra Group melalui dukungan perjalanan untuk meeting, insentif, hingga kegiatan korporasi di Singapura. Penghuni kawasan residensial Ciputra di lebih dari 37 kota juga akan mendapatkan berbagai penawaran perjalanan dan akses ke event gaya hidup.
Melalui strategi itu, STB tidak hanya membidik peningkatan jumlah kunjungan dari Indonesia, tetapi juga mendorong wisatawan untuk berbelanja lebih banyak melalui pengalaman yang terintegrasi, mulai dari leisure, bisnis, pendidikan, hingga kesehatan yang diharapkan memperkuat kontribusi pasar Indonesia terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Singapura. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

