Antusiasme Tinggi SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya Kaji Penambahan Durasi dan Intensitas Acara

Membludaknya 2.000 peserta di SIL Festival 2026 mendorong Pemkot Surabaya mengkaji ulang durasi dan intensitas acara, sebagai respons atas tingginya kebutuhan kerja dan peluang usaha.

11 Apr 2026 - 21:21
Antusiasme Tinggi SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya Kaji Penambahan Durasi dan Intensitas Acara
Pelamar mengikuti agenda Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 (Dok. Pemkot Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan bursa kerja dan pertemuan bisnis dalam Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 mendapat respons luar biasa dari masyarakat. 

Ribuan pelamar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, menandai tingginya kebutuhan akan akses kerja sekaligus peluang usaha di tengah tantangan mismatch antara tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Tingginya partisipasi tersebut tercermin dari jumlah pelamar yang menembus angka 2.000 orang. Capaian ini tidak hanya menunjukkan antusiasme, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Surabaya untuk mengembangkan skala kegiatan serupa di masa mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa besarnya minat masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa durasi pelaksanaan acara perlu ditinjau ulang agar dapat mengakomodasi kebutuhan yang ada.

"Acara Job Fair ini kita melihat antusiasmenya sebenarnya cukup besar, sehingga ini menjadi dasar kita untuk ke depan, kita mungkin harus lebih durasinya ditambah," jelas Lilik saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).

Lilik menjelaskan, penyelenggaraan SIL Festival merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku usaha di Kota Surabaya, di mana pemerintah kota berperan sebagai fasilitator tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Memang kami tetap memfasilitasi, menyiapkan, membantu dan mengkoordinasikan kegiatan ini,tapi anggaran di APBD tidak kita keluarkan, karena ini ditanggung oleh teman-teman pengusaha di Kota Surabaya." imbuhnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut juga menjadi dasar untuk meningkatkan intensitas pelaksanaan kegiatan ke depan. Pemkot berharap kegiatan ini dapat digelar lebih sering guna membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

"Melihat dari antusiasme ini cukup besar. Sehingga mungkin ke depan perlu untuk mengadakan kegiatan ini lebih intens lagi," tegasnya.

Selain berfungsi sebagai sarana penyerapan tenaga kerja, SIL Festival 2026 juga diarahkan sebagai wadah untuk mendorong produk lokal Surabaya menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat global. Berbagai produk unggulan turut ditampilkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen dan kerajinan.

"Yang paling penting produk-produk di Kota Surabaya ini bisa dipasarkan lebih luas lagi untuk menjadi produk yang berkualitas dan bersaing di skala global," sebutnya.

Dalam mendukung tujuan tersebut, Pemkot Surabaya juga melakukan proses kurasi terhadap produk-produk yang akan dipasarkan, khususnya untuk kebutuhan ekspor. Kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan standar internasional serta kebutuhan negara tujuan.

"Kurasinya memang kita menyiapkan banyak hal. Tapi intinya bahwa kurasi ini yang memang skalanya untuk skala ekspor," sambungnya.

Tak hanya itu, skema business matching antara pelaku usaha lokal dan pembeli dari luar negeri juga menjadi bagian penting dalam mendorong realisasi ekspor. Proses ini memungkinkan penyesuaian produk dengan permintaan pasar global secara lebih tepat.

Dari sisi infrastruktur, Pemkot Surabaya menilai kesiapan kota dalam mendukung arus logistik sudah cukup memadai. Konektivitas distribusi terus diperkuat, baik dari dalam maupun luar daerah, guna menunjang kelancaran aktivitas perdagangan.

"Dengan menyambung arus logistik dari luar kota sampai ke Surabaya maupun Surabaya ke luar kota," pungkas Lilik. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow