Besok, Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Jalur Alternatif Batu-Mojokerto

Kondisi cuaca yang tidak stabil menambah kehati-hatian dalam pengambilan langkah. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih terjadi, sehingga proses pembersihan besar diperkirakan baru bisa berlangsung optimal setelah alat berat bekerja penuh dan situasi tebing dinyatakan aman

24 Nov 2025 - 20:32
Besok, Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Jalur Alternatif Batu-Mojokerto
Kawasan Cangar yang ditutup oleh pihak kepolisian (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Ancaman longsor susulan di kawasan Gajah Mungkur membuat proses penanganan jalur Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet tak bisa dilakukan secara tergesa. Petugas memilih fokus pada pengamanan kawasan dan pemantauan pergerakan tanah sebelum alat berat mulai bekerja pada Selasa (25/11/2025) pagi.

Plt Kalaksa BPBD Kota Batu Suwoko menguraikan bahwa hingga Senin malam (24/11/2025) aktivitas terbesar di lokasi longsor bukan pada pengerukan material, melainkan pada penguatan zona larangan dan pemetaan titik rawan.

Petugas gabungan dari BPBD Kota Batu, Polres Batu, Perhutani, dan relawan melakukan pemantauan kontur tebing setiap beberapa menit untuk memastikan tidak ada pergeseran besar yang membahayakan tim.

“Kami harus pastikan tebing benar-benar stabil dulu. Retakan masih aktif dan ada rembesan air dari bagian atas. Ini yang membuat petugas tidak bisa langsung masuk terlalu dekat,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, rembesan air dari tebing diduga menjadi indikator tekanan tanah masih tinggi setelah hujan deras sejak siang hari.

Kondisi itu berpotensi memicu longsor susulan meski material utama sudah turun pada siang sebelumnya. Karena itu, garis pengaman diperluas dan radius evakuasi diperketat sepanjang jalur rawan.

Di sisi lain, relawan dan petugas Perhutani menelusuri jalur setapak di sekitar tebing untuk memastikan tidak ada retakan baru atau aliran air yang berpotensi memperbesar longsoran. Aktivitas ini dilakukan secara intensif menggunakan lampu sorot dan alat monitoring manual.

Sementara itu, Polres Batu mempertegas perimeter dengan menempatkan personel tambahan selama malam hari. Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, mengatakan bahwa risiko tertinggi justru terjadi pada malam dan dini hari karena minimnya visibilitas.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang nekat mendekat. Kondisi tebing tidak bisa ditebak, jadi penjagaan kita perketat,” ungkapnya.

Selain mengamankan lokasi, kepolisian juga mempersiapkan kelancaran akses alat berat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan tiba pada Selasa pagi. Sejumlah titik yang dinilai sempit atau licin dipetakan ulang untuk memastikan alat bisa mencapai lokasi tanpa hambatan.

Hingga berita ini ditulis, seluruh badan jalan di titik longsor masih tertutup total. Tidak ada pembukaan jalur darurat dan seluruh arus kendaraan tetap dialihkan ke jalur alternatif resmi. Fokus utama petugas malam ini adalah memastikan kawasan benar-benar aman sebelum pembersihan volume material dilakukan besok pagi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow