Pasca Hujan Intensitas Tinggi, Jalur Alternatif Batu-Mojokerto Longsor

Jalur Cangar–Pacet masih ditutup total dan belum ada informasi resmi mengenai korban maupun kepastian waktu pembukaan kembali jalan. Petugas gabungan masih memantau kondisi tebing dan menunggu alat berat untuk melakukan pembersihan lanjutan.

24 Nov 2025 - 19:58
Pasca Hujan Intensitas Tinggi, Jalur Alternatif Batu-Mojokerto Longsor
Daerah longsor di kawasan cangar jalur alternatif Kota Batu - Mojokerto (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Longsor kembali menerjang jalur alternatif penghubung Kota Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet, tepatnya di kawasan Gajah Mungkur, Senin (24/11/2025) sekira pukul 14.30 WIB. Material tanah, bebatuan, dan batang pohon turun dari tebing setinggi belasan meter hingga menutup penuh badan jalan, membuat arus kendaraan dari dua arah lumpuh total.

Informasi awal mengenai peristiwa ini pertama kali beredar di media sosial melalui unggahan sejumlah pengendara yang merekam kondisi jalur.

Dalam video yang viral di Facebook dan Instagram, terlihat hujan deras mengguyur lokasi dan tumpukan material longsor menutup seluruh akses, memaksa pengendara berhenti dan memilih menepi.

“Jalur Cangar–Pacet tertutup longsor,” ujar salah satu pengendara dalam rekaman.

Achmad Affandi salah seorang petugas Desa Tangguh Bencana (Destana) menegaskan, laporan warga muncul, petugas gabungan dari BPBD Kota Batu, Perhutani, Polsek Bumiaji, dan relawan langsung menuju lokasi. Setibanya di area longsor, petugas menemukan tebing masih mengeluarkan material kecil dan terlihat adanya retakan memanjang di bagian atas.

“Retakan di atas cukup panjang, material masih bergerak. Potensi longsor susulan masih tinggi. Jalur sementara kami tutup total demi keselamatan,” ujarnya.

Penutupan tersebut dilakukan dari dua arah. Kendaraan dari Pacet–Mojokerto diminta putar balik, sedangkan pengendara dari arah Kota Batu hanya diperbolehkan sampai area pemandian Cangar.

Belasan pengendara memilih kembali mencari jalur aman sesuai arahan petugas: Batu–Karangploso–Mojokerto atau Batu–Pujon–Kandangan–Mojokerto.

Upaya pembersihan awal dilakukan manual sambil menunggu alat berat dari Kota Batu. Medan sempit membuat mobilisasi alat membutuhkan waktu lebih lama.

Hingga sore, petugas baru bisa menyingkirkan material ringan dan memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekat.

Sejumlah saksi mata mengaku longsor terjadi sangat cepat setelah hujan mereda.

“Tadi hujan deras sekali, lalu ada suara gemuruh. Pas dicek tanah sudah turun menutup jalan,” tutur Aldi salah satu warga sekitar. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow