3.750 Lowongan Kerja dari 47 Perusahaan di Tulungagung Resmi Dibuka

Job fair tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen.

10 Jun 2026 - 17:40
3.750 Lowongan Kerja dari 47 Perusahaan di Tulungagung Resmi Dibuka
Para pencari kerja mencari informasi di gelaran Tulungagung Job Fair 2026. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Job Fair 2026 di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso selama dua hari, 10-11 Juni 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menghadirkan 47 perusahaan dengan total 3.750 peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan Job Fair menjadi wadah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

“Tujuan dilaksanakan Job Fair ini adalah mempertemukan rekan-rekan pengusaha dengan teman-teman yang ingin mencari pekerjaan. Ini merupakan momen pertemuan dua pihak yang saling membutuhkan,” ujar Tri Hariadi.

Menurutnya, peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Hari ini kita didukung 47 perusahaan dan tersedia sekitar 3.750 peluang kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Tri berharap kegiatan tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen.

“Harapan kami dengan kegiatan Job Fair ini nanti bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tulungagung yang saat ini sekitar 4,02 persen. Target kita paling tidak ada penurunan. Penurunan satu persen saja sangat berarti,” jelasnya.

Ia menambahkan, tren TPT di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah masih terus mengevaluasi data dan kondisi riil di lapangan terkait pencari kerja yang belum terserap dunia kerja.

Sementara itu, ratusan pencari kerja dari kalangan Gen Z dan milenial memadati area Job Fair sejak pagi hari. Mereka mendatangi berbagai stan perusahaan untuk mencari informasi dan mengajukan lamaran kerja.

Salah satu pencari kerja, Mohammad Fikri, datang bersama ibunya untuk mencari peluang kerja yang sesuai.

“Saya datang ke Job Fair bersama ibu. Ini sudah ambil empat brosur dan ada satu perusahaan yang membuat saya tertarik bekerja di sana,” ujarnya.

Fikri mengaku sebelumnya pernah bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit. Namun ia memutuskan berhenti karena merasa tidak kuat dengan beban kerja yang dijalani.

“Saya sudah pernah kerja sebelumnya menjadi cleaning service, tapi fisik saya tidak kuat,” katanya.

Menurut Fikri, mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Ia mengaku sudah beberapa kali melamar kerja namun belum berhasil diterima.

“Cari kerja sekarang susah. Saya sudah pernah coba daftar ke empat perusahaan dan semua gagal,” ungkapnya.

Ia menilai salah satu kendala terbesar adalah tingginya kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan perusahaan.

“Kualifikasi yang diberikan perusahaan tinggi. Apalagi saya hanya lulusan SMA saja,” paparnya.

Kesulitan serupa juga dirasakan Claradea, lulusan baru Universitas Airlangga Surabaya. Meski berasal dari perguruan tinggi ternama, ia mengaku belum mudah mendapatkan pekerjaan.

“Saya datang ke Job Fair untuk berusaha mencari kerja. Karena mencari kerja lumayan sulit,” ujarnya.

Clara mengaku telah berulang kali melamar pekerjaan melalui berbagai jalur, mulai dari Job Fair hingga situs resmi perusahaan dan LinkedIn.

“Selain mencari kerja di Job Fair, saya sudah berusaha cari kerja lewat LinkedIn dan web perusahaan. Sudah empat kali saya coba daftar pekerjaan,” katanya.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pencari kerja saat ini adalah tingginya kualifikasi yang diminta perusahaan, sementara kompensasi yang ditawarkan belum tentu sebanding.

“Sebenarnya sebagai Gen Z saya hanya mencari pekerjaan yang bisa memberikan fasilitas, gaji dan tempat kerja sesuai kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow