Berkah Lebaran bagi Penjahit Permak Kaki Lima di Tulungagung, Pesanan Naik hingga 50 Persen

Ongkos murah, kualitas jahitan bagus, pengerjaan cepat, menjadikan jasa permak pakaian penjahit emperan toko di Jalan Adi Sucipto, Tulungagung, menjadi jujugan masyarakat untuk mempermak pakaian mereka.

16 Mar 2026 - 18:00
Berkah Lebaran bagi Penjahit Permak Kaki Lima di Tulungagung, Pesanan Naik hingga 50 Persen
Penjahit kaki lima di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, sibuk melayani pelanggan. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Tradisi mengenakan pakaian baru saat merayakan Idul Fitri memang sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Namun, tidak semua pakaian yang baru dibeli langsung pas saat dikenakan. Karena itu, banyak orang memilih datang ke penjahit permak agar pakaian terasa lebih nyaman dipakai saat bersilaturahmi di hari raya.

Diantara suara deru mesin dan klakson kendaraan di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, sejumlah penjahit kaki lima terlihat sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti untuk memperbaiki pakaian mereka. Momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 ini membawa berkah tersendiri bagi para penjahit permak kaki lima yang melapak di emperan toko tersebut.

Salah satu penjahit permak, Anasrul, mengaku jumlah pelanggan yang datang ke lapaknya meningkat cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Peningkatan pesanan bahkan terasa sejak dua pekan sebelum Lebaran 2026.

“Iya, sudah mulai ramai. Alhamdulillah, dibanding hari biasa ada peningkatan sekitar 50 persen,” ujarnya saat ditemui, Senin (16/3/2026).

Menurut Anasrul, pada hari biasa ia hanya menerima sekitar 10 hingga 15 potong pakaian untuk diperbaiki. Namun menjelang Lebaran, jumlahnya bisa mencapai 25 potong pakaian dalam sehari.

“Kalau hari biasa kadang 10 sampai 15 potong. Sekarang bisa sampai 25 potong per hari,” katanya.

Jenis perbaikan yang diminta pelanggan pun beragam, mulai dari memotong panjang celana, mengecilkan ukuran pakaian, hingga mengganti resleting yang rusak. Kebanyakan pakaian yang diperbaiki merupakan baju baru yang dibeli khusus untuk Lebaran.

“Macam-macam. Ada yang mengecilkan, ada yang memotongkan. Rata-rata sih baju baru, karena untuk Lebaran,” kata Anasrul.

Meski pesanan meningkat, tarif permak yang ditawarkan tetap terjangkau. Biaya jasa biasanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung tingkat kesulitan pengerjaan.

“Biaya minimal Rp10 ribu sampai Rp25 ribu, tergantung kerumitannya. Kalau yang paling rumit itu biasanya bongkar total, misalnya seragam yang harus dikecilkan di bagian bahu,” jelasnya.

Tingginya permintaan bahkan membuat beberapa penjahit harus bekerja hingga larut malam. Tak jarang pekerjaan dibawa pulang agar bisa selesai tepat waktu sebelum Lebaran tiba.

“Mulai ramai sekitar dua minggu sebelum hari raya. Kadang sampai lembur juga, pekerjaannya dibawa pulang supaya cepat selesai,” ujar Anasrul.

Salah satu pelanggan, Silvi Ayu, mengaku sengaja datang ke penjahit langganannya untuk mengecilkan ukuran baju dan celana yang baru dibelinya.

Ia mengatakan hampir setiap tahun menggunakan jasa penjahit yang sama menjelang Lebaran.

“Ini tadi mengecilkan baju sama celana. Hampir setiap tahun ke sini,” kata Silvi.

Menurutnya, selain hasil jahitannya rapi, biaya yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Hal itu membuatnya tetap setia menjadi pelanggan.

“Murah kok, tadi cuma Rp15 ribu, tapi kualitasnya bagus,” ujarnya.

Meski permintaan terus meningkat menjelang Lebaran, para penjahit permak di kawasan tersebut tetap mempertahankan tarif yang sama. Pelanggan pun umumnya sudah memiliki penjahit langganan masing-masing, sehingga persaingan antarpenjahit tidak terlalu terasa.

Bagi para penjahit kaki lima ini, musim Lebaran bukan sekadar momen sibuk, tetapi juga kesempatan untuk menambah penghasilan. Di balik hiruk pikuk persiapan hari raya, jarum dan mesin jahit mereka terus bergerak, membantu banyak orang tampil lebih percaya diri dengan pakaian yang pas di badan saat merayakan Idul Fitri. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow