Belasan Pohon Tumbang di Bondowoso Sebabkan Kerusakan Bangunan, Masyarakat Harus Waspada
Sejumlah pohon tumbang di Bondowoso akibat cuaca ekstrem, menimbulkan kerusakan bangunan. BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas.
BONDOWOSO, SJP – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bondowoso sejak Jumat (23/1/2026) membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Setidaknya 13 pohon tumbang tercatat hingga Sabtu (24/1/2026), merusak bangunan, menutup akses jalan, dan mengancam keselamatan warga.
Aparat kepolisian, BPBD, TNI, serta relawan bersinergi melakukan penanganan cepat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Patroli Polres Bondowoso dan Penanganan Cepat Pohon Tumbang
Satuan Samapta Polres Bondowoso melaksanakan patroli rutin dengan fokus respons cepat terhadap laporan pohon tumbang di berbagai titik di Kota Bondowoso. Patroli dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin Aipda Dedy Muniwanto bersama Bripda Ibnu Hamdani.
Beberapa lokasi terdampak antara lain:
-
Jalan A. Yani tepat di depan Rumah Makan Lestari
-
Kawasan Stadion Magenda
-
Rumah warga Pak Oni di belakang Pasar Ikan Kelurahan Kotakulon
-
Rumah warga Pak Madi di Jalan Pelita
Setibanya di lokasi, personel Polres segera mensterilkan area, melakukan pengaturan lalu lintas, dan menyampaikan imbauan humanis kepada warga.
"Patroli tidak hanya menangani bahaya fisik, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat selalu waspada terhadap pohon rawan tumbang, terutama saat cuaca ekstrem," kata Kasat Samapta Polres Bondowoso AKP Willian Yustaf.
“Kehadiran polisi di lapangan adalah wujud nyata komitmen Polres dalam melindungi masyarakat. Sinergi dengan warga sangat penting untuk menciptakan Bondowoso yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Pohon Besar Roboh Timpa Rumah dan Toko
Sebuah pohon besar jenis Glodokan Kembang dengan diameter sekitar satu meter tumbang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Dabasah, sekitar pukul 08.30 WIB.
Pohon menimpa rumah dan toko milik warga, Adi Sugiono, yang menyebut pohon roboh karena usia tua dan terpaan angin kencang.
“Ini faktor umur, sudah tua. Untung saat kejadian tidak ada penghuni, jadi tidak ada korban jiwa,” jelas Adi. Meskipun selamat, bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
BPBD Bondowoso: Koordinasi Cepat dan Imbauan Keselamatan
Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, menyatakan bahwa pohon tumbang terjadi di berbagai titik lain, termasuk Jembatan SPMA Kecamatan Tegal Ampel, Desa Kapuran Kecamatan Wonosari, Desa Selolembu Kecamatan Curahdami, serta depan Kantor KUA Kecamatan Wringin.
BPBD membagi tim untuk penanganan di semua titik terdampak dan berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Selain itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yuliono Triandana, mencatat 13 pohon tumbang terjadi dalam sehari. Dirinya menekankan pentingnya kewaspadaan warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalan raya ketika angin kencang dan hujan deras. Jangan ragu melaporkan pohon atau benda lain yang berpotensi membahayakan. Keselamatan Anda adalah prioritas kami,” imbaunya.
Ia menambahkan, peran serta warga dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya membuat proses evakuasi lebih cepat dan aman.
Warga Diharapkan Tetap Waspada
Cuaca ekstrem memang sulit diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dan sinergi antara aparat dan masyarakat dapat meminimalkan risiko. Kejadian pohon tumbang ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja, dan keselamatan selalu harus diutamakan.
BPBD dan Polres Bondowoso memastikan tim tetap siaga di lapangan, siap mengevakuasi dan mensterilkan lokasi berbahaya agar aktivitas warga tetap aman dan lancar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

