Belasan Narapidana di Penjara Mojokerto Suspect TBC

Data 11 orang yang dinyatakan suspect oleh tim medis itu, berawal dari adanya gejala yang mengarah ke TBC pada 55 orang narapidana.

20 Jun 2025 - 10:31
Belasan Narapidana di Penjara Mojokerto Suspect TBC
Sejumlah narapidana di Lapas Kelas IIB Mojokerto diberikan pemahaman cara pencegahan penyakit menular usai pemeriksaan TBC. (Lapas for SJP)

MOJOKERTO, SJP - Tercatat sedikitnya ada 11 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto terindikasi suspect penyakit menular Tuberkulosis (TBC). 

Hal itu diketahui setelah pihak lapas melakukan screening atau deteksi dini terhadap penyakit menular di dalam penjara. 

Data 11 orang yang dinyatakan suspect oleh tim medis itu, berawal dari adanya gejala yang mengarah ke TBC pada 55 orang narapidana. 

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan mengatakan, para warga binaan yang dinyatakan suspect TBC ini akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan melalui metode Tes Cepat Molekuler (TCM) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto. 

"Kita tindaklanjuti, untuk memastikan diagnosis dan penanganan lebih lanjut," kata Rudi, Jumat (20/6/2025). 

Menurutnya, adanya deteksi dini terhadap penyakit menular di dalam penjara ini sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan lingkungan hunian. 

Rudi menegaskan, kegiatan deteksi penyakit ini menurutnya sangat penting dilakukan. Sebab, kondisi penjara terlampau padat atau overcrowded. Hal itu berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular seperti TBC.

Pelaksanaan skrining dilakukan oleh petugas kesehatan Lapas, warga binaan yang diperiksa menjalani pengecekan gejala, edukasi kesehatan, serta pemantauan riwayat medis guna memastikan deteksi awal yang akurat.

Pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan layak huni. Skrining ini merupakan langkah awal agar warga binaan dapat menjalani pembinaan dalam kondisi fisik yang prima.

Selain pemeriksaan, sambung Rudi adanya edukasi dan imbauan menjaga kebersihan juga terus digaungkan di dalam penjara. 

"Ini menunjukkan keseriusan Lapas Mojokerto dalam mengantisipasi penyebaran penyakit menular dan memperkuat layanan kesehatan sebagai bagian dari sistem pembinaan yang holistik dan manusiawi," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow