Belasan Hewan Ternak di Madiun Tewas Misterius

Berdasarkan data sementara, sebaran serangan predator ini 15 ekor kambing tewas, puluhan ekor lainnya dalam kondisi kritis.

22 Jan 2026 - 06:00
Belasan Hewan Ternak di Madiun Tewas Misterius
Ilustrasi kambing mati misterius. (Ai/SJP)

MADIUN, SJP — Warga di wilayah Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini dirundung kecemasan. 

Dalam dua pekan terakhir, teror pemangsa misterius menghantui pemukiman, menyebabkan sedikitnya 15 ekor kambing milik warga mati secara tragis dengan luka robek yang tidak wajar.

Serangan predator ini dilaporkan melanda tiga desa sekaligus, yakni Desa Ngranget, Desa Padas, dan Desa Segulung. 

Fenomena ini memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai kemunculan satwa liar dari lereng Gunung Wilis.

Salah satu korban terdampak, Parminto (51), warga Dusun Ngukir, Desa Ngranget, mengungkapkan kengerian yang ditemuinya pada Rabu (21/1/2026) pagi. 

Saat hendak memberi pakan, ia mendapati kambing betinanya dalam kondisi sekarat dengan luka menganga di bagian perut dan kepala.

"Dua minggu lalu, dua kambing saya mati. Sekarang terulang lagi. Lukanya sangat parah, menyerupai bekas gigitan dan cakaran binatang buas berukuran besar," ujar Parminto.

Padahal, ia mengaku telah memastikan kandang ternaknya tertutup rapat dengan pagar bambu. Namun, kekuatan predator tersebut tampaknya mampu menembus pertahanan fisik kandang. 

Selain bangkai ternak, warga juga menemukan jejak kaki berukuran besar dengan pola tiga jari di sekitar lokasi kejadian.

Kengerian serupa menimpa Bejo, warga Dusun Sumber Sawit, Desa Padas. Putrinya, Ika Wahyu, memberikan kesaksian bahwa ternak milik ayahnya diserang pada dini hari, menyisakan luka serius pada bagian telinga dan kaki.

Berdasarkan data sementara, sebaran serangan predator ini 15 ekor kambing tewas, puluhan ekor lainnya dalam kondisi kritis.

Kasi Trantib Kecamatan Dagangan, Nur Wahid, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait fenomena ini. 

Berdasarkan pengecekan lapangan, pola serangan menunjukkan keterlibatan hewan karnivora yang agresif.

"Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan adanya luka gigitan yang spesifik dan jejak hewan liar. Lokasi sebaran serangan cukup luas di tiga desa," kata Nur Wahid.

Pihak kecamatan menyoroti bahwa posisi kandang ternak yang mayoritas berjarak 100 hingga 150 meter dari pemukiman warga menjadi faktor kerentanan utama. 

Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan instansi terkait untuk mengidentifikasi spesies pemangsa tersebut.

Pemerintah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama pada jam-jam rawan saat dini hari.

"Kami menginstruksikan warga untuk memperkuat struktur kandang dan menghidupkan kembali ronda malam guna mencegah kerugian yang lebih besar," tutup Nur Wahid. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow