Cuaca Ekstrem dan Ledakan Wisata Jadi Ujian Berat Pengamanan Nataru di Kota Batu
Operasi Lilin Semeru 2025 tidak hanya menjadi agenda rutin akhir tahun, tetapi juga ujian kesiapan Kota Batu menghadapi tekanan pariwisata di tengah risiko cuaca ekstrem.
KOTA BATU, SJP – Lonjakan wisatawan di tengah ancaman cuaca ekstrem menjadikan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Batu sebagai salah satu yang paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
Polres Batu menilai kombinasi tingginya okupansi hotel, peningkatan volume kendaraan, serta potensi bencana alam menjadi tantangan utama selama Operasi Lilin Semeru 2025.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Sabtu (20/12/2025) menegaskan tren okupansi hotel yang telah menyentuh 73–80 persen menjadi indikator kuat meningkatnya arus wisata.
Dengan kapasitas hampir 10 ribu kamar hotel, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu diperkirakan mencapai 15 ribu unit setiap akhir pekan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas serius, terutama di jalur penghubung Batu–Malang.
"Untuk itu kami mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif dengan melibatkan 442 personel gabungan dalam Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Selain pengamanan ibadah Natal dan malam pergantian tahun, fokus operasi diperluas pada mitigasi bencana dan manajemen lalu lintas kawasan wisata," urainya.
Salah satu strategi kunci adalah pembentukan Tim Urai Lalu Lintas yang bersifat quick response untuk menangani kemacetan, kendaraan mogok, dan kecelakaan. Pospam juga ditempatkan di titik-titik rawan seperti Simpang Empat Pesanggrahan dan Exit Songgoriti, yang kerap menjadi simpul kepadatan.
Tak hanya aspek lalu lintas, Polres Batu turut memetakan potensi kerawanan sosial dan ekonomi selama libur panjang, mulai dari lonjakan aktivitas ibadah, penumpukan sampah wisata, stabilitas harga sembako, hingga ketersediaan BBM, gas, dan air bersih. Ancaman keamanan lain seperti penipuan daring, peredaran narkoba, hingga potensi terorisme juga masuk dalam radar pengamanan.
"Melalui koordinasi lintas sektoral dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, pelaku pariwisata, dan instansi terkait, Polres Batu menegaskan komitmennya menghadirkan pengamanan yang adaptif terhadap dinamika lapangan," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

