Belajar dari Kasus Affan, DPRD Malang Imbau Tertib Saat Demonstrasi
DPRD Kabupaten Malang tegaskan aksi demonstrasi harus damai, serukan aparat humanis.
MALANG, SJP – Dinamika aksi demonstrasi massal baik dari mahasiswa, driver ojol dan kelompok masyarakat yang merebak secara nasional, termasuk tragedi tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan di depan DPR RI Jakarta, memicu keprihatinan DPRD Kabupaten Malang.
Lembaga legislatif ini mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan damai tanpa mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi menegaskan, bahwa pihaknya selalu siap membuka ruang dialog dengan mahasiswa maupun kelompok masyarakat. Ia berharap Malang tetap kondusif meski gelombang protes terjadi di berbagai kota.
“Boleh teman-teman menyampaikan aspirasi, baik dari adik-adik mahasiswa maupun kelompok masyarakat, tapi tentunya tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Kita jaga bersama Kabupaten Malang agar lebih aman dan tenteram,” ujarnya, Senin (1/9/2025) di sela agenda pendistribusian pangan muran bersama Polres Malang dan Forkompinda Kabupaten Malang.
Darmadi juga memastikan tidak ada kenaikan tunjangan bagi anggota DPRD Kabupaten Malang sejak 2020. Selain itu, seluruh kegiatan DPRD tetap berjalan normal tanpa kebijakan kerja dari rumah (WFH).
Perjalanan dinas luar daerah pun dibatasi sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, sementara kunjungan dalam daerah tetap diperbolehkan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi anggota dewan.
Ia menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa dan publik sudah diterima DPRD Kabupaten Malang, termasuk soal reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan.
“Harapannya kualitas kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan ke depan semakin baik,” katanya.
Tragedi Nasional Jadi Perhatian Daerah
Sebelumnya, Kasus meninggalnya Affan Kurniawan, driver Gojek berusia 27 tahun, dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI Jakarta pada 28 Agustus 2025, memicu gelombang aksi solidaritas di berbagai daerah.
Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan terjadi. Video insiden itu viral dan memicu tuntutan penegakan hukum secara transparan.
Keluarga Affan, termasuk ayahnya Zulkifli, meminta proses hukum diserahkan kepada aparat dan mengimbau mahasiswa serta komunitas ojol menjaga ketertiban. Presiden Prabowo Subianto juga telah turun tangan menginstruksikan investigasi mendalam.
Dengan situasi tersebut, Darmadi menekankan agar penanganan aksi massa di Kabupaten Malang dilakukan secara humanis.
“Kami berharap penanganan aksi mahasiswa dilakukan dengan pendekatan yang baik sehingga tidak ada korban seperti di Jakarta,” tegasnya. (ADV)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

