Bupati Pasuruan Pesankan Optimalisasi Dapur SPPG demi Kesehatan Penerima Manfaat

Hingga saat ini, diketahui sudah lebih dari 100 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan.

11 Jun 2026 - 15:20
Bupati Pasuruan Pesankan Optimalisasi Dapur SPPG demi Kesehatan Penerima Manfaat
Bupati Pasuruan saat menandatangani pakta integritas pengawasan SPPG (Foto: Isbi/SJP)

PASURUAN, SJP — Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan seluruh penerima manfaat, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (11/6/2026).

Rapat koordinasi (Rakor) ini dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, dan dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Sementara itu, peserta rakor terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) MBG, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), hingga Mitra SPPG, pengawas, dan ahli gizi.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dalam rakor ini, Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut juga menandatangani pakta integritas bersama perwakilan Mitra SPPG Kabupaten Pasuruan. Selain itu, dilakukan pula peluncuran secara virtual mobil operasional Satgas MBG dan Ruang Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Pasuruan.

Terkait program MBG, Rusdi berpesan agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat, pengawasan dilakukan secara konsisten, dan jika terdapat kekurangan, segera diselesaikan melalui langkah konkret. Hal tersebut dilakukan agar program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh penerima manfaat.

"Untuk Mitra SPPG atau Kepala SPPG, semua ketentuan dari BGN harus bisa dilaksanakan agar program yang baik ini bisa berjalan sesuai koridor dan aturan yang berlaku," katanya.

Mengenai Satgas dan mobil operasional MBG, Rusdi menegaskan bahwa keduanya merupakan satu kesatuan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Pasuruan bersama anggota dapat menggunakan kendaraan tersebut untuk membantu pengawasan di dapur-dapur SPPG.

"Selamat bertugas untuk Satgas MBG, terutama agar semua layanan dan kegiatan di dapur-dapur SPPG betul-betul berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh BGN," imbuhnya.

Hingga saat ini, diketahui sudah lebih dari 100 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan.

Koordinator Wilayah BGN di Kabupaten Pasuruan, Aisha Rahma, menjelaskan bahwa total terdapat 130 SPPG yang telah terdaftar di Kabupaten Pasuruan. Namun, dari jumlah tersebut, SPPG yang telah beroperasi baru sebanyak 109 unit, sedangkan sisanya masih dalam proses.

Menurut Aisha, ada tiga hal penting yang harus dipenuhi agar sebuah satuan pelayanan dapat dikategorikan sebagai SPPG yang ideal, yakni infrastruktur, menu yang disajikan, serta kelayakan.

"Jika kurang maka berimbas pada kinerja relawan, pemilihan menu dan semua hal. Jadi minimal 3 hal itu penting untuk diperhatikan betul," ucapnya.

Aisha berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut proaktif dalam menyampaikan saran, kritik, atau keluhan kepada SPPG yang bersangkutan.

"Semoga ke depannya semakin bagus, semakin lancar dan semakin suka dengan menu yang disajikan. Kalau ada kekurangan, bisa disampaikan ke kepala SPPG," tutupnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow