Bawa Oleh-oleh Eco-Bag: Mahasiswa Thailand Belajar Jahit Bareng UMKM di KBA Kampoeng Oase Ondomohen

Dari kain perca yang nyaris dibuang, mahasiswa Thailand belajar menjahit tas sendiri, membuktikan bahwa hal sederhana bisa menjadi pengalaman paling bermakna dan tak terlupakan.

22 Jun 2025 - 22:34
Bawa Oleh-oleh Eco-Bag: Mahasiswa Thailand Belajar Jahit Bareng UMKM di KBA Kampoeng Oase Ondomohen
Mahasiswa asal Thailand dibimbing menjahit eco bag dari kain perca di Kampoeng Oase Ondomohen (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Tangan mereka masih kaku, jarum kadang meleset dari garis, dan hasil jahitan pun belum sempurna. Tapi wajah tiga mahasiswa asal Thailand memancarkan rasa bangga saat berhasil menyelesaikan tas kain buatan tangan mereka sendiri, tas yang lahir dari potongan kain perca yang sebelumnya nyaris tak berguna.

Inilah salah satu kegiatan dalam kunjungan akademik Saint Louis College (SLC), Thailand ke Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). 

Dalam kunjungan ini, para tamu diajak mengenal bentuk pemberdayaan komunitas yang dijalankan oleh warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen, salah satunya melalui sesi pelatihan menjahit eco bag dari bahan bekas.

Dari Sisa Jadi Sesuatu

Pelatihan dipandu oleh Novita Rahayu Purwaningsih, pelaku UMKM dan pemilik brand ByVira, ia merupakan seorang fesyen designer pakaian. Dalam kegiatan kali ini, ia membuktikan bahwa kain bekas yang berpotensi menjadi limbah, bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bermanfaat.

"Hari ini saya ajarkan mereka membuat eco bag dari kain perca. Bahannya bisa dari baju lama, celana jeans yang sudah tak terpakai. Jadi bukan hanya bermanfaat, tapi juga mengurangi sampah," ujar Novita, Ahad (22/6/2025).

Menurutnya, poin utama dari pelatihan bukan soal membuat produk untuk dijual, melainkan membuka pikiran bahwa barang yang tampak tak berguna bisa diubah jadi sesuatu yang fungsional dan dipakai sehari-hari.

"Anak-anak senang sekali. Waktu saya ajari satu, mereka langsung ingin coba. Hasilnya memang belum rapi, tapi mereka bangga. Apalagi tahu itu bisa mereka pakai sendiri," tambahnya.

Pengalaman Baru yang Mengesankan

Ketiga mahasiswa SLC, Chananya Sathansap (Palmy), Natnicha Nitikornsettawut (Cicha), dan Sa San Htoo Lin (Steven) mengaku belum pernah menjahit sebelumnya. Tapi mereka menikmati setiap detiknya.

"Seru sekali. Saya baru tahu kita bisa bikin tas dari bahan yang sederhana," ujar Palmy.

Cicha menambahkan, pengalaman ini memberinya pandangan baru soal bagaimana komunitas bisa mengajarkan hal kecil yang bermanfaat.

"Kain sisa bisa jadi tas, bisa dipakai setiap hari. Saya suka idenya, karena sederhana tapi punya makna."

Dosen mereka, Thirawarin Bunyapipat, menyebut bahwa kegiatan ini memperlihatkan bahwa belajar tidak harus di kelas.

"Di sini kami belajar dengan cara yang menyenangkan, membuat sesuatu, menghargai barang bekas, dan merasakan kepuasan karena bisa membuatnya sendiri," katanya.

Dalam satu sore yang sederhana, para mahasiswa otu tidak hanya membawa pulang sebuah tas buatan tangan. Mereka juga membawa cerita tentang bagaimana hal kecil seperti secarik kain bekas bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bermakna, dan membekas. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow