Lonjakan Wisatawan Tak Sejalan Okupansi, Kota Batu Hadapi Tantangan Wisata Singgah
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas kunjungan agar berdampak langsung pada ekonomi lokal
KOTA BATU, SJP - Menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan pariwisata pada libur Tahun Baru 2026. Meski jumlah kunjungan wisatawan tercatat meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dampak ekonominya belum terasa optimal. Salah satu indikatornya adalah menurunnya tingkat hunian hotel serta makin pendeknya masa tinggal wisatawan.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Kamis (31/12/2025) mengungkapkan bahwa tren wisata singgah atau one-day trip semakin dominan. Wisatawan memilih datang pagi dan kembali di hari yang sama, sehingga kebutuhan menginap berkurang signifikan.
"Kondisi ini membuat okupansi hotel justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu okupansi hotel masih di kisaran 67 persen, tahun ini hanya berada di rentang 50–60 persen,” paparnya.
Fenomena ini turut dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan. Selain persaingan destinasi dengan daerah lain seperti Yogyakarta, kemudahan akses dan infrastruktur yang semakin baik membuat wisatawan lebih fleksibel mengatur perjalanan tanpa harus bermalam. Pemesanan hotel pun cenderung bersifat mendadak dan situasional.
Dampak lanjutan terlihat pada indikator length of stay. Target rata-rata masa tinggal wisatawan sebesar 1,14 hari diperkirakan tidak tercapai. Berdasarkan kecenderungan di lapangan, rata-rata lama tinggal justru berpotensi menurun.
"Perubahan pola wisatawan ini juga tercermin dari fluktuasi arus lalu lintas. Puncak kepadatan terjadi pada 24–25 Desember 2025, lalu menurun tajam keesokan harinya. Pola naik-turun kembali terlihat pada 27 Desember sebelum kembali landai," imbuhnya.
Terlebih grafik tersebut sejalan dengan pergerakan kendaraan keluar-masuk Kota Batu melalui pintu tol Singosari, Madyopuro, dan Pakis dimana volume kendaraan hampir paralel dengan grafik okupansi hotel. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

