Banjir Terparah dalam Sedekade, Lumpur Pekat Lumpuhkan Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Tulungagung

Sebanyak tiga lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 1 Besole, SD Negeri 3 Besole, dan SD Negeri 5 Besole, terpaksa meliburkan siswanya.

31 Jan 2026 - 13:00
Banjir Terparah dalam Sedekade, Lumpur Pekat Lumpuhkan Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Tulungagung
Para guru SDN 5 Besole Tulungagung membersihkan lumpur yang mengendap di ruang kelas akibat bencana banjir. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Bencana banjir yang menerjang Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung pada Jumat (30/1/2026) malam, menyisakan dampak serius bagi fasilitas publik. 

Sektor pendidikan dan layanan kesehatan dilaporkan lumpuh total setelah material lumpur pekat mengendap di bangunan, memaksa aktivitas dihentikan sementara.

Sebanyak tiga lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 1 Besole, SD Negeri 3 Besole, dan SD Negeri 5 Besole, terpaksa meliburkan siswanya. 

Hingga Sabtu (31/1/2026) siang, para pengajar dibantu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat masih berjibaku melakukan proses dekontaminasi dan pembersihan residu lumpur yang menyelimuti ruang kelas, kantor, hingga perpustakaan.

Novan Eko Purwanto, salah satu tenaga pendidik di SDN 5 Besole, mengungkapkan bahwa bencana kali ini merupakan yang paling parah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Kendati bangunan sekolah sudah dirancang cukup tinggi, debit air tetap menembus pertahanan gedung.

"Air tetap merangsek masuk ke ruang kelas, kantor, dan perpustakaan dengan ketinggian di dalam ruangan mencapai 30 sentimeter. Ini adalah kondisi terburuk dalam satu dekade terakhir," ujar Novan saat ditemui di sela proses evakuasi material.

Selain melumpuhkan kegiatan belajar mengajar (KBM), banjir juga merusak aset literasi sekolah. Sejumlah besar buku di perpustakaan, terutama yang tersimpan di rak bagian bawah, dilaporkan hancur akibat terendam air dan lumpur pekat. 

Pihak sekolah memutuskan mengalihkan KBM menjadi belajar mandiri di rumah hingga kondisi gedung dinyatakan layak dan higienis bagi 83 siswa mereka.

Dampak bencana meluas hingga ke sektor pelayanan kesehatan primer. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengonfirmasi bahwa tiga fasilitas kesehatan terdampak signifikan, yakni Puskesmas Besole, Pustu Desa Ngentrong, serta Poskesdes Desa Tulungrejo.

"Kami telah melakukan peninjauan lapangan. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembersihan sisa banjir. Untuk Poskesdes Tulungrejo sudah bersih dan siap beroperasi, sementara Puskesmas Besole dan Pustu Ngentrong masih dalam tahap pemulihan intensif," jelas Desi.

Dinas Kesehatan menargetkan seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat kembali memberikan pelayanan normal pada Senin mendatang. Selama masa pemulihan, masyarakat yang membutuhkan layanan medis darurat atau rawat inap diarahkan untuk mengakses Puskesmas Besuki sebagai fasilitas penyangga terdekat.

Upaya mitigasi dan pembersihan hingga kini terus dilakukan secara kolaboratif oleh lintas instansi guna memastikan akses pendidikan dan kesehatan masyarakat kembali pulih pascabencana. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow