Dongeng Turun ke Jalan, Anak-anak Surabaya Antusias Saksikan Surabaya Vaganza 2025
Dongeng turun ke jalan, anak-anak terpukau, remaja berebut bunga, Parade Surabaya Vaganza 2025 menjelma jadi panggung hidup yang mengajak warga menyelami kisah masa kecil secara nyata.
SURABAYA, SJP - Hari ini Surabaya menjadi panggung dongeng raksasa. Sepanjang rute dari Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda, ribuan pasang mata, terutama anak-anak terpukau melihat tokoh-tokoh cerita rakyat dan fabel internasional tampil dalam wujud nyata dalam Parade Surabaya Vaganza 2025.
Cerita Masa Kecil di Hadapan Mata
Dengan tema “The Magical of Folktales”, Surabaya Vaganza tahun ini sengaja didesain untuk menghidupkan kembali cerita-cerita lama yang selama ini hanya hadir di buku atau layar.
Hidayat Syah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menjelaskan bahwa parade memang didesain untuk keluarga.
"Wali Kota Surabaya ingin parade dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Karena itu, kami hadirkan dongeng agar anak-anak punya pengalaman langsung melihat cerita masa kecil mereka turun ke jalan," ujar Hidayat saat dikonfirmasi pada Ahad (25/5/2025).
Menurutnya, dari dongeng dalam negeri seperti Si Kancil, Keong Mas, Jaka Tarub hingga cerita internasional seperti Pinokio dan Cinderella, semua dirancang semenarik mungkin oleh peserta pawai agar bisa ditangkap dengan mudah oleh imajinasi anak-anak.
"Total ada 43 tim dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, sekolah, komunitas seni, perusahaan hingga seniman independen. Setiap tim bebas menginterpretasikan tema cerita rakyat, asalkan tetap konsisten dalam nilai budaya dan pesan moral," tutur Hidayat.
Anak Menonton Karakter, Orangtua Berebut Bunga
Di pinggir Jalan Gubernur Suryo, tepatnya didepan Balai Pemuda yang menjadi garis finish pawai, Ikhwan, seorang bapak asal Sambikerep tampak menggendong putranya yang baru berusia lima tahun untuk membantu anaknya melihat pawai lebih jelas. Ikhwan mengatakan bahwa anaknya sangat antusias menonton parade.
"Iya, ini satu keluarga kesini sengaja untuk nonton pawai. Ini si kecil mau lihat tapi karena yang nonton banyak akhirnya engga kelihatan, jadi saya gendong," ucap Ikhwan.
Sementara itu, di ujung jalan Yos Sudarso yang menjadi tempat untuk membongkar mobil hias yang ditumpangi oleh peserta, terlihat beberapa orang membagikan bunga-bunga yang merupakan aksesoris mobil hias kepada masyarakat yang menonton. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

