Banjir Bandang di Situbondo Sebabkan 6.328 Rumah Rusak dan 2 Nyawa Melayang
Luapan banjir bandang kali ini berdampak luas di lima kecamatan di wilayah barat Situbondo, yakni Kecamatan Banyuglugur, titik terparah berada di Desa Kalianget dan Desa Lubawang; Kecamatan Besuki; Kecamatan Kendit; Kecamatan Bungatan dan Kecamatan Mlandingan.
SITUBONDO, SJP — Skala kerusakan akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Situbondo terungkap semakin masif.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, tercatat sebanyak 6.328 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan air dan material lumpur, Jumat (23/1/2026).
Bencana ini tidak hanya melumpuhkan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa. Dua orang, yang diketahui merupakan bapak dan anak, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik di dalam rumah mereka saat banjir bandang melanda.
Luapan banjir bandang kali ini berdampak luas di lima kecamatan di wilayah barat Situbondo, yakni Kecamatan Banyuglugur, titik terparah berada di Desa Kalianget dan Desa Lubawang; Kecamatan Besuki; Kecamatan Kendit; Kecamatan Bungatan dan Kecamatan Mlandingan.
Hingga berita ini diturunkan, warga di wilayah-wilayah tersebut masih berjibaku membersihkan endapan lumpur tebal dan memperbaiki struktur bangunan yang rusak demi mendapatkan tempat bernaung yang layak.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Banyuglugur, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menetapkan status penanganan darurat.
Pihaknya telah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan intervensi cepat.
"Fokus kami adalah percepatan penanganan di lapangan. Selain penyaluran logistik, kami telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di titik-titik krusial," ujar Ulfiyah.
Ia menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPP) serta BPBD kini sedang melakukan investigasi mendalam untuk memitigasi penyebab teknis banjir.
Langkah ini diambil agar pemerintah daerah dapat menyusun strategi pencegahan permanen sehingga tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dr. Dwi Herman Susilo, menyatakan bahwa risiko penyakit pasca-banjir kini menjadi ancaman nyata.
Sebagai langkah antisipasi, posko kesehatan telah disiagakan dengan dukungan penuh dari tenaga medis Puskesmas setempat serta bantuan tenaga dari RSUD Besuki.
"Layanan kesehatan harus tetap menjangkau masyarakat secara cepat. Kami melakukan backup penuh dari Dinas Kesehatan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan medis yang memadai, baik untuk luka fisik maupun potensi penyakit lingkungan," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

