Banjir akibat Luapan Sungai Avouur di Mojokerto Perlahan Surut

Banjir itu menyebabkan perumahan warga, halaman sekolah, dan lahan pertanian tergenang air

24 Jan 2025 - 16:27
Banjir akibat Luapan Sungai Avouur di Mojokerto Perlahan Surut
Seorang ibu-ibu di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mulai membersihkan rumahnya setelah dilanda banjir sejak kemarin. (Ist/SJP)

MOJOKERTO, SJP – Banjir yang terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto perlahan mulai surut.

Banjir itu disebabkan luapan Sungai Avour Jombok yang berlokasi di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 08.30 WIB, debit air mulai turun dari hari sebelumnya. Hanya tampak genangan air di halaman rumah warga yang posisinya berada di dataran rendah.

Begitu pun di SDN Tempuran. Debit air mulai surut. Para siswa tetap berangkat ke sekolah meski halaman sekolah sedikit tergenang air. Kantor desa juga masih membuka pelayanan seperti biasa.

“Sudah agak surut. Tapi belum surut total. Masih ada beberapa genangan di halaman yang lebih rendah dari jalan,” kata Yani (54), warga setempat, Jumat (24/1/2025).

Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, air mulai surut sejak pukul 06.30 WIB.

“Ya, turun perlahan sejak pukul 06.30 WIB tadi,” ucapnya, Jumat (24/1/2025).

Sebelumnya, banjir akibat luapan Sungai Avour Jombang terjadi di Desa Tempuram, kabupaten Mojokerto. Akibatnya, 97 hektare lahan persawahan dilaporkan terdampak banjir.

Akibat banjir tersebut, 60 hektare lahan padi dan 7 hektare lahan tebu di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tergenang air. 

Sementara di lahan pertanian Dusun Tempuran, tercatat sebanyak 15 hektare padi dan 15 hektare tebu yang juga terendam banjir. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow