Massa Aksi Tolak UU TNI di Surabaya Dipastikan Bubar, Polisi Sisir Lokasi Hingga Kondusif
Massa aksi akhirnya bubar setelah sempat tenang saat berbuka puasa, lalu kembali ricuh dengan pelemparan batu dan pembakaran water barrier sebelum dipukul mundur oleh polisi.
SURABAYA, SJP - Aksi demonstrasi menolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, akhirnya dipastikan bubar setelah berlangsung ricuh sepanjang sore hingga malam, Senin (24/3/2025).
Massa yang sempat melemparkan berbagai benda ke arah aparat, bahkan molotov, akhirnya terpukul mundur setelah polisi melakukan penyisiran di sejumlah titik dari area Grahadi hingga Monumen Kapal Selam (Monkasel).
Aksi Memanas, Molotov Dilempar ke Dekat Gerbang Grahadi
Menjelang sore, situasi aksi di depan Gedung Negara Grahadi semakin tidak kondusif. Massa yang sejak awal meneriakkan penolakan terhadap UU TNI mulai melemparkan berbagai benda ke arah aparat, termasuk batu, botol plastik, dan petasan. Situasi memuncak saat seorang peserta aksi melempar molotov ke arah gapura bertuliskan “Marhaban yaa Ramadhan 1446H” yang berada di dekat pintu masuk sisi timur Grahadi.
Aparat yang berjaga merespons dengan water cannon untuk membubarkan massa, namun peserta aksi tetap bertahan dan melanjutkan protes mereka.
Azan Magrib, Massa dan Aparat Saling Menahan Diri
Ketika azan Magrib berkumandang, situasi yang semula panas mendadak mereda. Massa yang tersebar di beberapa titik mulai tenang dan berbuka puasa. Mereka berbagi air minum serta makanan ringan, bahkan beberapa peserta aksi terlihat bersalaman dengan aparat kepolisian.
"Buko sek rek," ucap samar-samar di tengah kelompok demonstran.
Meski begitu, massa tetap tidak membubarkan diri. Polisi yang berjaga juga mulai merapatkan barisan dan menunggu perintah lebih lanjut.
Setelah Buka Puasa, Ketegangan Kembali Meningkat
Setelah sekitar 30 menit, aksi kembali memanas. Massa yang sebelumnya sempat tenang kembali melempari aparat dengan batu, botol, dan serpihan pedestrian. Polisi yang bersiaga dengan tameng bertahan dan mencoba mendesak massa untuk mundur.
Salah satu komando di lapangan terdengar memberi instruksi agar pasukan tetap maju.
"Allahu Akbar! Pasukan belok, maju-maju!" serunya saat melihat massa kembali melakukan pelemparan.
Pembakaran Water Barrier dan Upaya Pemukulan Mundur Massa
Saat polisi mencoba memukul mundur massa dari sisi timur Grahadi dengan water cannon, sebagian demonstran mundur ke depan SMAN 6 Surabaya. Di lokasi tersebut, massa aksi membakar water barrier yang berada di sekitar jalan. Api sempat membesar sebelum akhirnya disiram dengan water cannon oleh petugas.
Karena situasi semakin tidak kondusif, aparat kepolisian bergerak maju untuk mengejar dan memukul mundur massa hingga ke Alun-Alun Suroboyo. Akibatnya, massa mulai tercerai-berai, ada yang mundur ke Jalan Yos Sudarso, sementara lainnya ke Jalan Panglima Sudirman.
Massa Dipastikan Bubar, Polisi Lakukan Penyisiran
Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi mulai menyisir beberapa titik di sekitar lokasi aksi, termasuk Taman Apsari, Jalan Pemuda, dan Jalan Yos Sudarso untuk memastikan tidak ada lagi massa yang bertahan.
Dalam penyisiran ini, sejumlah peserta aksi dilaporkan diamankan oleh aparat. Setelah dipastikan tidak ada lagi massa di lokasi, komando kepolisian memberikan instruksi kepada personel untuk kembali ke Grahadi.
Kerusakan Fasilitas Umum dan Lalu Lintas Dibuka Kembali
Setelah aksi berakhir, sejumlah fasilitas umum ditemukan mengalami kerusakan, di antaranya CCTV, mobil yang terparkir, pot bunga, barrier, trotoar, serta bola-bola trotoar di sekitar lokasi demonstrasi.
Sekitar pukul 19.50 WIB, kondisi di depan Gedung Negara Grahadi sudah sepenuhnya kondusif. Lalu lintas yang sebelumnya terhambat akhirnya dibuka kembali untuk kendaraan.
Aksi penolakan UU TNI di Surabaya yang semula berlangsung damai berujung pada kericuhan dan pemukulan mundur oleh aparat. Meski sempat mereda saat berbuka puasa, demonstrasi kembali memanas hingga akhirnya massa bubar setelah upaya penyisiran oleh kepolisian. Dengan lalu lintas yang kembali normal, aksi ini pun resmi berakhir, untuk hari ini. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

