Bangkrut di Australia, Chef Arnold Malah Buka Loker Waiter di Surabaya
Chef Arnold Poernomo buka lowongan kerja di Surabaya usai kabar perusahaannya di Australia bangkrut. Dokumen ASIC sebut utang lebih dari Rp 5 miliar, restoran Monkey’s Corner pun tutup.
SURABAYA, SJP – Di tengah kabar bangkrutnya perusahaan kuliner milik Chef Arnold Poernomo di Australia, sang chef justru bikin kejutan lain di tanah air. Melalui unggahan Instagram pribadinya, Rabu (6/8/2025), Chef Arnold malah membuka lowongan kerja untuk restorannya di Surabaya.
“Arpo. We're hiring!” tulis Chef Arnold dalam unggahan tersebut, sambil menyertakan detail posisi yang dibuka: waiter atau pelayan restoran. Dalam pengumuman itu disebutkan, kandidat harus berusia maksimal 35 tahun, terbuka untuk pria maupun wanita, dan berdomisili di Surabaya. Ia pun mencantumkan alamat pengiriman lamaran secara lengkap.
Unggahan itu sontak menuai perhatian publik, sebab hanya berselang beberapa hari sejak beredar kabar bahwa ArnoldPo Corporation Pty Ltd, perusahaan milik Chef Arnold di Australia, dinyatakan bangkrut dan resmi memasuki proses likuidasi per 27 Mei 2025.
Kabar tersebut mencuat usai akun Threads @ausind.id mengunggah dokumen resmi dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC). Dokumen itu mencatat total utang perusahaan mencapai lebih dari 458.000 dolar Australia atau sekitar Rp5 miliar, termasuk tunggakan pajak besar dari Australian Taxation Office (ATO) serta kewajiban pensiun karyawan (superannuation) yang belum dibayar.
“Salah satu usaha utama perusahaan, yaitu bar bernama Monkey's Corner di Sydney telah tutup permanen sejak Maret 2024. Perusahaan ArnoldPo Corporation Pty Ltd resmi dilikuidasi sejak 27 Mei 2025 di Australia,” tulis akun tersebut.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, Chef Arnold belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi perusahaannya di Australia. Ia pun tidak menanggapi kabar kebangkrutan yang beredar luas di media sosial.
Langkah membuka lowongan pekerjaan di Surabaya ini pun menimbulkan banyak spekulasi. Sebagian menyebut Chef Arnold tengah melakukan “comeback” bisnis di dalam negeri, sementara lainnya menyoroti ironi di balik dua dunia, gugur di Australia, bertahan di Surabaya. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

