Balapan Sapi Jepang, Tradisi Unik Petani Probolinggo Jaga Kearifan Lokal
Balapan Sapi Jepang di Probolinggo menjadi tradisi petani yang sarat kearifan lokal, kebersamaan, dan hiburan rakyat dengan memanfaatkan traktor pembajak sawah.
PROBOLINGGO, SJP – Tradisi ini di tengah hamparan sawah berlumpur Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo terus dijaga para petani. Kearifan lokal yang dikenal dengan sebutan Balapan Sapi Jepang, sebuah perlombaan adu cepat traktor pembajak sawah buatan Jepang yang sarat nilai kearifan lokal dan kebersamaan warga.
Meski disebut “balapan sapi”, tradisi ini tidak melibatkan hewan ternak sebagaimana karapan sapi. Dua unit traktor pembajak sawah diperlakukan layaknya sapi, dipacu melintasi lintasan basah sepanjang 110 meter di areal persawahan. Sebutan Sapi Jepang muncul karena mesin pembajak yang digunakan merupakan produk Jepang yang kini menjadi bagian penting dalam aktivitas pertanian warga.
Bagi masyarakat Desa Jangur, Balapan Sapi Jepang bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antarpelaku pertanian dari berbagai desa, sekaligus hiburan rakyat yang mempererat hubungan sosial di tengah kesibukan mengolah sawah.
Ratusan warga tampak memadati area persawahan untuk menyaksikan tradisi yang digelar secara gotong royong tersebut. Sorak sorai penonton mengiringi para peserta yang dengan cekatan mengendalikan traktor di lintasan licin penuh lumpur.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia bersama teknisi setempat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi traktor, mulai dari mesin hingga sistem pengereman. Langkah ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang mengedepankan keselamatan dan ketertiban dalam setiap kegiatan bersama.
Salah satu peserta, Muhammad Arif, mengatakan Balapan Sapi Jepang selalu dinanti karena menjadi momen berkumpul dan mempererat persaudaraan sesama petani.
“Selain lomba, ini juga ajang silaturahmi. Petani dari luar desa juga ikut, jadi kami bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Kepala Desa Jangur, Lotvi, menuturkan Balapan Sapi Jepang telah tumbuh menjadi tradisi tahunan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan warga desa.
“Ini hiburan rakyat yang lahir dari kehidupan petani sendiri. Nilai kebersamaan dan gotong royongnya sangat kuat,” katanya.
Ke depan, tradisi Balapan Sapi Jepang direncanakan terus dilestarikan dan dikembangkan agar tetap menjadi identitas budaya petani Probolinggo, sekaligus warisan kearifan lokal yang mempertemukan tradisi, teknologi, dan kebersamaan dalam satu lintasan sawah. (**)
Sumber : beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

