Bahaya Bullying hingga NAPZA Mengintai Siswa SD, Edukasi Dini Kian Mendesak
Generasi muda kini terancam bullying hingga NAPZA sejak usia SD, mendorong SDN Perak III memperkuat benteng pencegahan melalui penyuluhan bersama Komnas Perlindungan Anak.
SURABAYA, SJP - Kenakalan remaja, perundungan, hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih menjadi momok serius bagi dunia pendidikan Indonesia. Meski sebagian besar kasus terjadi di jenjang remaja, bibit perilaku menyimpang kerap muncul sejak usia sekolah dasar.
Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, sekolah, orang tua, lembaga perlindungan anak, hingga komunitas yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.
Berangkat dari kepedulian tersebut, SDN Perak III Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan bagi guru serta siswa kelas 5 dan 6 dengan menggandeng Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut membahas bahaya bullying, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan narkoba yang kini mulai mengintai anak-anak usia dini. Kepala SDN Perak III, Umi Solikah, menegaskan bahwa penyuluhan itu merupakan bentuk komitmen sekolah untuk mencegah perilaku menyimpang sejak awal.
"Kami ingin membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami betapa berbahayanya bullying dan narkoba," ujar Umi, Sabtu (15/11/2025).
Umi menekankan pentingnya peran kolektif dalam mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Seluruh pihak itu mencakup siswa, orang tua, sekolah, hingga lembaga perlindungan anak untuk lebih peka terhadap perubahan tingkah laku orang-orang disekitarnya.
"Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama, mulai dari orang tua, guru, sekolah hingga lembaga perlindungan anak," katanya.
Penyuluhan tersebut turut mendapat apresiasi dari Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya. Narasumber utama, Syaiful, menyampaikan bahwa inisiatif SDN Perak III adalah langkah positif dalam membekali siswa dan guru tentang indikasi munculnya bibit ancaman lingkungan.
"Penyalahgunaan narkoba, rokok, dan miras hingga bullying kini mengintai bahkan di usia sekolah dasar. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus kita jaga dan arahkan, membentuk karakter dan melindungi generasi bangsa," ungkapnya
Selain pemahaman dasar, kegiatan itu juga membekali peserta dengan keterampilan mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan zat terlarang, termasuk langkah tepat yang harus diambil sekolah ketika menemukan indikasi kasus.
"Jika ada anak terindikasi terlibat NAPZA, guru bisa langsung menghubungi konselor atau pihak yang berhak menangani," jelasnya.
Syaiful juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi barisan terdepan dalam upaya perlindungan anak dari tindak perundungan, kenakalan remaja, hingga paparan NAPZA.
“Pencegahan adalah investasi terbaik masa depan bangsa. sosialisasi dan penyuluhan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif seluruh komponen sekolah, agar SDN Perak III Surabaya menjadi tempat tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

