Atasi Masalah Sampah, Pemkab Jombang Canangkan Gerakan Sampah Sayang

Mengatasi tantangan pengelolaan sampah dengan melibatkan peran serta ibu-ibu di akar rumput.

27 Oct 2025 - 12:38
Atasi Masalah Sampah, Pemkab Jombang Canangkan Gerakan Sampah Sayang
Penandatangan gerakan Sampah Sayang TP PKK Pemkab Jombang dengan DLH Jombang.(Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang secara resmi meluncurkan "Gerakan Sampah Sayang" dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-115 di Alun-Alun Jombang, Minggu (26/10/2025) sore.

Program kolaboratif antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang ini bertujuan mengatasi tantangan pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga, dengan melibatkan peran strategis ibu-ibu di tingkat akar rumput.

Acara pencanangan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi; Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum; jajaran kepala OPD terkait; serta pengurus PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa se-Kabupaten Jombang.

Dalam paparannya, Kepala DLH Miftahul Ulum mengungkapkan bahwa hingga Semester I 2025, persentase pengelolaan sampah di Jombang baru mencapai 50,3 persen. Yang lebih memprihatinkan, 80 persen dari total sampah tersebut berasal dari rumah tangga.

"Ini adalah kesempatan penting untuk membangun kesadaran kolektif. Konsep pengelolaan sampah tidak lagi sekadar 'kumpul–angkut–buang'. Penyelesaian masalah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, dan ini bukan hanya tanggung jawab DLH, melainkan kewajiban bersama," tegas Ulum dalam pesan, Senin (27/10/2025).

Ia juga mengapresiasi dan menunjuk Gerakan PKK sebagai motor penggerak utama dalam "Gerakan Sampah Sayang".

Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa PKK dengan jaringan hingga tingkat dasawisma, RT/RW, dan kecamatan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama.

"Sekecil apa pun langkah dan tindakan kita untuk lingkungan, akan memberikan dampak besar bagi bumi dan generasi yang akan datang," tandasnya.

Program "Sampah Sayang" berfokus pada upaya mengurangi, memilah, dan mengolah sampah rumah tangga melalui inisiatif seperti bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan daur ulang sampah anorganik.

Pada sesi diskusi interaktif, Miftahul Ulum memaparkan bahwa potensi timbulan sampah di Jombang mencapai 530 ton per hari, sementara kapasitas tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya sekitar 150 ton per hari.

"Artinya, dari 100 persen potensi, kita baru berada di angka 53 persen untuk pengelolaannya," jelasnya. 

Ia menambahkan komitmen Pemkab untuk membangun minimal 4 TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan mendorong program Sekolah Adiwiyata.

Sementara itu, Octadella Bilytha Permatasari dari TP PKK Bidang Lingkungan Hidup menekankan bahwa program ini akan efektif karena langsung mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah.

Prinsip pengelolaan sampah juga disederhanakan oleh Shanti Ramadhani dari Sanggar Hijau Indonesia menjadi 3AH: Mencegah, Pilah, dan Olah.

"Mencegah itu seperti membawa tas belanja pakai ulang untuk mengurangi sampah. Jika sampah sudah terlanjur ada, tugas kita adalah memilah dan mengolahnya. Inovasi seperti keranjang 'Sampah Sayang' dari PKK hadir untuk memotivasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, melainkan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai di komunitas," ujarnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PKK Kabupaten Jombang, DLH, dan Bank Sampah Induk Jombang, serta Flashmob "Sampah Sayang" sebagai simbol dimulainya aksi nyata.

Mengusung semangat "Sampah Disayang, Lingkungan Tenang, Keluarga Senang", program ini mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi mewujudkan ekonomi sirkular berbasis komunitas untuk pembangunan berkelanjutan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow