Pasca Viral, Kepsek SDN 2 Gebangkerep Minta Maaf Atas Kelalaian Bendera Kusut di Halaman Sekolah
Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 2 Gebangkerep Endah Wahyuni sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi
NGANJUK, SJP - Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gebangkerep menyampaikan permohonan maaf atas insiden bendera Merah Putih yang berkibar dalam kondisi kusut di halaman sekolah.
Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 2 Gebangkerep, Endah Wahyuni sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian yang terjadi. Karena proyek revitalisasi proses belajar mengajar terganggu hingga lalai," Kata Endah dengan mata berkaca-kaca.
Disinggung sudah berapa lama hingga bendera ini kusut, kata Endah, sudah berlangsung satu bulan semenjak proyek revitalisasi.
Ia menjelaskan, kejadian ini murni karena kelalaian atas bendera ini. Pihaknya mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan dan pemantauan kondisi bendera secara berkala.
"Kami salah, dan mohon maaf, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," lanjutnya, Sabtu (8/11/2025).
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah telah mengganti bendera yang kusut dengan bendera baru yang layak. Selain itu, Endah juga mengucapkan trimakasih atas informasi yang disampaikan
Sebelumnya, pemandangan memprihatinkan ditemukan di lingkungan pendidikan, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gebangkerep, Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (8/11/2025).
Bendera Merah Putih, yang merupakan simbol kedaulatan negara, terlihat dalam kondisi kusut dan lusuh saat berkibar, seolah luput dari perhatian pihak sekolah.
Kondisi tersebut sontak memantik reaksi dari aktivis peduli lambang negara. Salah satunya, M. Ridwan, yang kemudian bergerak cepat mengganti bendera lama tersebut dengan yang baru.
"Kami sangat menyayangkan kondisi bendera yang tidak terawat ini. Bendera adalah simbol negara, sudah sepatutnya kita semua menjaganya dengan baik," ujar pria yang akrab disapa Mbah Gondrong, saat ditemui di lokasi penggantian.
Menurut Ridwan, bendera tersebut telah berada dalam kondisi tidak terawat selama lebih dari sebulan. Ia menyoroti minimnya kepedulian meskipun di lokasi tersebut terdapat proyek pekerjaan dan sering dilalui oleh guru-guru.
"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme, meskipun tidak ada yang peduli, apalagi ini di lingkungan pendidikan," tambahnya.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi SDN 2 Gebangkerep untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dan rasa hormat terhadap simbol-simbol negara.
Pihak sekolah berharap permohonan maaf ini dapat diterima oleh masyarakat dan berjanji akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak bangsa. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

