Arus Balik di Stasiun Mojokerto Mulai Meningkat, Total 19 Ribu Penumpang
Data hingga Senin petang menunjukkan persebaran penumpang yang cukup berimbang, yakni 957 penumpang berangkat dan 998 penumpang tiba.
KOTA MOJOKERTO, SJP – Memasuki periode balik angkutan Lebaran 2026, volume penumpang di Stasiun Mojokerto menunjukkan tren peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 1.955 penumpang telah memadati stasiun pada Senin (23/3/2026), yang diprediksi menjadi titik awal pergerakan arus balik.
Data hingga Senin petang menunjukkan persebaran penumpang yang cukup berimbang, yakni 957 penumpang berangkat dan 998 penumpang tiba.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa angka tersebut bersifat dinamis dan diperkirakan akan terus merangkak naik.
"Angka ini masih berpotensi bertambah seiring dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api hingga malam hari nanti," ujar Mahendro dalam keterangan resmi, yang diterima Selasa (24/3/2026).
Secara akumulatif, sejak dimulainya masa angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 23 Maret 2026, Stasiun Mojokerto telah melayani total 19.929 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, tercatat 10.635 penumpang melakukan keberangkatan, sementara 9.294 lainnya merupakan penumpang yang tiba di Mojokerto.
KAI Daop 8 memproyeksikan total volume penumpang di stasiun ini akan menyentuh angka 30.166 orang hingga akhir masa angkutan pada 1 April (H+10) mendatang.
Proyeksi ini mencakup estimasi 14.894 penumpang berangkat dan 15.272 penumpang datang.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, Stasiun Mojokerto mengoperasikan total 32 perjalanan KA jarak jauh setiap harinya, yang terdiri dari 28 perjalanan KA Reguler, 4 perjalanan KA Tambahan
Sebelum memasuki fase arus balik, Stasiun Mojokerto mencatat puncak arus mudik pada Kamis (19/3) lalu dengan volume tertinggi mencapai 2.073 penumpang dalam satu hari.
Guna menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya mobilitas warga, manajemen KAI memberikan dua poin instruksi tegas bagi para calon penumpang.
Pelanggan diimbau tiba di stasiun lebih awal untuk menghindari risiko tertinggal kereta mengingat kepadatan akses menuju stasiun.
Penumpang diwajibkan turun di stasiun tujuan sesuai dengan yang tertera pada tiket.
"Kami mengingatkan pelanggan untuk melakukan perjalanan sesuai relasi demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketertiban bersama," pungkas Mahendro. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

