Sisa Banjir Luapan Sungai Sadar Mojokerto, Asa Warga di Balik Jemuran Buku Sekolah

Di sisi lain, kekhawatiran akan banjir susulan masih menyelimuti warga, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran Sungai Sumberkembar dan Sungai Sadar.

24 Mar 2026 - 12:04
Sisa Banjir Luapan Sungai Sadar Mojokerto, Asa Warga di Balik Jemuran Buku Sekolah
Sejumlah buku pelajaran dijemur di badan jalan usai terendam banjir akibat luapan tanggul jebol Sungai Sadar Mojokerto. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, SJP – Kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Mojoanyar, Bangsal, dan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mulai berangsur surut sejak Senin (23/3/2026) kemarin. 

Sejumlah warga tampak bekerja bakti membersihkan rumah dan memeriksa barang berharga mereka yang sempat terendam air.

Pemandangan memprihatinkan terlihat saat sejumlah buku sekolah milik anak-anak yang basah akibat terendam banjir harus dijajar dan dijemur di sepanjang badan jalan agar tetap bisa digunakan untuk belajar.

"Sudah surut, ini sedang mengecek barang-barang dan melakukan pembersihan," kata Khoirin, salah satu warga terdampak banjir. 

Meski genangan di dalam rumah warga telah surut, pemerintah daerah setempat tetap bersiaga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

Di sisi lain, kekhawatiran akan banjir susulan masih menyelimuti warga, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran Sungai Sumberkembar dan Sungai Sadar.

Sebagian warga memilih tetap meletakkan barang berharga dan ternak di tempat yang lebih tinggi mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Saat ini, Pemkab Mojokerto telah memulai perbaikan tanggul Sungai Sadar di Desa Jumeneng yang jebol sepanjang 15 meter.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto bersama BBWS Brantas tengah melakukan penambalan darurat.

"Perbaikan menggunakan jumbo bag dan sandbag. Kendala di lapangan adalah jarak titik jebol yang mencapai 800 meter dari lokasi penurunan material, sehingga proses pengangkutan membutuhkan waktu lebih lama," ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif.

Selain perbaikan tanggul, sumbatan sampah yang sebelumnya menumpuk di Dam Tinggarbuntut kini telah dibersihkan sepenuhnya, sehingga aliran sungai mulai kembali normal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto merinci dampak banjir di tiga desa.

Di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, sebanyak 105 rumah, 275 jiwa, dan 40 hektare sawah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 20–50 cm.

Di Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, sebanyak 178 KK dan 6 hektare sawah terdampak dengan ketinggian mencapai 40–50 cm. Sementara di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, jalan permukiman dan lahan sawah turut terendam dengan ketinggian air mencapai 5 cm.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengonfirmasi bahwa tren air di dalam rumah warga sebagian besar telah surut. Namun, genangan masih terpantau di akses jalan desa.

"Warga sudah mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material banjir. Namun, kami tetap menyiagakan posko logistik di SDN Tinggarbuntut sebagai langkah antisipasi," pungkas Khakim. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow