Ayam Lodho, Jejak Rasa Legendaris Trenggalek yang Diburu Pemudik Lebaran 2026
Ayam lodho khas Trenggalek menjadi buruan pemudik Lebaran 2026. Kuliner legendaris berbahan ayam kampung ini bercita rasa pedas gurih, dimasak dengan teknik tradisional, serta menjadi ikon budaya dan wisata daerah.
TRENGGALEK, SJP – Aroma asap dari bara arang menyatu dengan bumbu rempah yang meresap hingga ke serat daging. Itulah ciri khas ayam lodho, kuliner legendaris asal Trenggalek yang kembali diburu para pemudik saat momen Lebaran 2026.
Hidangan berbahan dasar ayam kampung ini dikenal dengan cita rasa pedas gurih yang kuat dan autentik. Tak sekadar menu biasa, ayam lodho telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat, terutama saat selamatan hingga perayaan hari raya. Bahkan, kuliner ini kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda karena nilai historis dan kearifan lokal yang melekat di dalamnya.
Dahulu, ayam lodho hanya disajikan dalam acara hajatan dan tidak diperjualbelikan. Namun seiring waktu, hidangan ini berkembang menjadi ikon kuliner khas Trenggalek yang banyak dicari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Salah satu penjaga cita rasa otentik tersebut adalah Warung Ayam Lodho Pak Yusuf yang berada di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Berdiri sejak 1987, warung ini menjadi salah satu pelopor yang konsisten mempertahankan resep tradisional turun-temurun.
Pemilik warung, Ayub Nualak, mengungkapkan bahwa proses memasak ayam lodho memiliki teknik khusus yang tidak bisa sembarangan. Pemilihan ayam kampung berkualitas menjadi kunci utama sebelum diolah lebih lanjut.
“Setelah dibersihkan, ayam dijepit dengan kayu agar matang merata, lalu dibakar di atas arang. Ini yang membuat aromanya khas. Jadi bukan diasap, tapi benar-benar dibakar,” ujarnya, Selasa (23/3/2026) kemarin.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan memasak ayam bersama kuah santan berbumbu rempah pedas hingga dagingnya empuk dan bumbu meresap sempurna. Dalam satu sajian, ayam lodho biasanya disandingkan dengan nasi gurih serta urap-urap, menciptakan perpaduan rasa yang kaya dan menggugah selera.
“Resep ini sudah diwariskan dari kakek kami dan tetap kami jaga sampai sekarang,” tambah Ayub.
Dari sisi harga, kuliner legendaris ini masih tergolong ramah di kantong. Satu porsi ayam lodho dibanderol mulai Rp25.000, sementara paket keluarga bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp183.000.
Kini, ayam lodho tidak hanya menjadi favorit masyarakat lokal, tetapi juga menjelma sebagai daya tarik wisata kuliner yang memperkuat identitas budaya Trenggalek. Di tengah arus modernisasi, kehadirannya menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati penikmatnya, terutama saat momen pulang kampung seperti Lebaran. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : beritasatu.com
What's Your Reaction?

