APEL Soroti Urgensi Pembentukan DPMD di Kota Batu
DPMD dinilai dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi lokal, pengembangan kelembagaan desa, hingga tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
KOTA BATU, SJP – Wacana pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kembali mengemuka di Kota Batu. Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) Kota Batu menilai, keberadaan dinas tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika pembangunan dan pelayanan masyarakat desa yang terus berkembang.
Ketua APEL Kota Batu, Wiweko pada Sabtu (12/7/2025) menjelaskan bahwa pembentukan DPMD bukan sekadar keinginan kelembagaan desa, melainkan bagian dari kebutuhan struktural yang harus direspons oleh Pemerintah Kota Batu. Ia menyebut, seluruh desa di Kota Batu telah memenuhi indikator dan skor penilaian sebagai syarat pembentukan DPMD secara mandiri.
“Jika DPMD terbentuk, pelayanan masyarakat desa akan jauh lebih terarah, cepat, dan akuntabel. Dinas ini memiliki tujuh fungsi pokok, mulai dari perumusan kebijakan hingga evaluasi program pemberdayaan desa. Semua itu sangat krusial bagi efektivitas kerja pemerintahan desa,” ujar Wiweko.
Menurutnya, keberadaan DPMD sangat strategis dalam memperkuat posisi desa sebagai garda terdepan pelayanan publik. DPMD dinilai dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi lokal, pengembangan kelembagaan desa, hingga tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Selama ini potensi desa seperti UMKM dan pariwisata berbasis masyarakat sudah mulai tumbuh. Tapi belum ada wadah yang benar-benar fokus mengelola dan mengawal pengembangannya. DPMD adalah jawaban atas kebutuhan itu,” terangnya.
Wiweko berharap, Pemkot Batu bisa melihat urgensi pembentukan DPMD sebagai bagian dari penguatan tata kelola pembangunan desa. Menurutnya, tanpa struktur yang fokus dan berdedikasi pada urusan desa, maka potensi yang ada akan sulit berkembang secara optimal.
“Ini bukan soal memperbanyak organisasi, tapi memastikan bahwa pembangunan desa ditangani dengan serius dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

