Pemkot Batu Penuhi Kekurangan Nakes, Polindes Jadi Alternatif Penguatan Layanan Kesehatan
Peningkatan kapasitas Polindes menjadi solusi yang memungkinkan untuk saat ini karena untuk melakukan penambahan puskesmas di Kota Batu tidak dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
KOTA BATU, SJP – Pasca Pemerintah Kota Batu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di tingkat pelayanan dasar, hal tersebut tak bisa diiringi dengan penambahan jumlah puskesmas yang direalisasikan dalam waktu dekat. Sehingga sebagai langkah strategis, Pemkot Batu mengarahkan penguatan layanan kesehatan di desa melalui aktivasi dan peningkatan fasilitas Pondok Bersalin Desa (Polindes) agar setara dengan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Wali Kota Batu, Nurochman.pada Sabtu (12/7/2025) menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Polindes menjadi solusi yang memungkinkan untuk saat ini. Hal ini termasuk upaya percepatan yang dilakukan yakni dengan penyetaraan dengan puskesmas pembantu seperti kelengkapan peralatan yang harus dipenuhi dan ditingkatkan SDM-nya.
"Jadi perluasan layanan ini menjadi penting karena pembangunan puskesmas baru masih belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Untuk itu, Pemkot Batu menekankan penguatan faskes eksisting melalui penyediaan fasilitas medis dan SDM yang memadai," tegasnya.
Sejauh ini, sebanyak 15 dokter, 21 bidan, 13 perawat, dan tiga akuntan telah menandatangani perjanjian kerja untuk mendukung program tersebut. Mereka diharapkan mampu menjalankan pelayanan dengan profesional dan tanpa diskriminasi kepada masyarakat.
Menurutnya, selain peningkatan infrastruktur dan alat kesehatan, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi komponen penting dalam membangun sistem kesehatan yang kuat. Oleh karena itu, Pemkot Batu tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada kualitas pelayanan.
"Program aktivasi Polindes ini ditargetkan tuntas pada bulan Agustus mendatang. Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan semakin optimal, meski belum didukung oleh penambahan unit puskesmas baru," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

